100 Ribu Orang Masuk Sumatra Barat Sejak 31 Maret 2020

Foto aerial kondisi lalu-lintas di Jalan Sudirman, Padang, Sumatera Barat, Rabu (15/4/2020). Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memperpanjang status tanggap darurat bencana wabah COVID-19 mulai Rabu (15/4/2020) sampai 29 Mei 2020 sekaligus pembatasan selektif orang masuk ke provinsi itu karena meningkatnya kasus positif corona

[ad_1]

Jumlah itu diperkirakan akan terus meningkat ketika para migran pulang ke rumah

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG – Juru bicara Pasukan Koordinasi Sumatera Barat 19 Jasman Rizal mengatakan 101.662 orang telah memasuki Sumatra Barat dari 31 Maret hingga Minggu (19/4). Jasman mengutip catatan tersebut karena Sumatera Barat memberlakukan pembatasan selektif untuk menekan transmisi co-19 di Sumatera Barat.

"Melalui 10 pintu masuk Sumatera Barat, termasuk di Bandara Internasional Minangkabau, 101.662 orang telah memasuki Sumatera Barat," kata Jasman, Senin (20/4).

Jasman mengatakan rata-rata orang yang memasuki Sumatera Barat adalah 4.841 orang setiap hari. Tim rekan kerja di Sumatra Barat memperkirakan bahwa jumlah ini akan terus meningkat karena semakin banyak imigran pulang ke rumah dengan alasan memasuki Ramadhan dan kehilangan hasil pencarian mereka karena virus koroner.

Jasman mengharapkan para pelancong yang kembali ke desa untuk mematuhi arahan pemerintah setempat selama setidaknya 14 hari di sel isolasi di rumah. Jika Anda memiliki gejala, segera laporkan ke dokter kota asal Anda.

Jasman mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga berharap bahwa jumlah orang yang masuk ke Sumatera Barat juga akan berkurang dengan penerapan Batasan Sosial Skala Besar (PSBB), yang direncanakan akan dimulai pada Rabu (22/4).

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui agen luar negeri juga mengirimkan surat dari Gubernur kepada pemerintah daerah di wilayah nomaden Sumatera Barat untuk membantu memfasilitasi PSBB yang dilakukan oleh Pemerintah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menulis surat kepada Kementerian Luar Negeri Minang di berbagai daerah untuk mencegah mereka kembali ke rumah sementara sampai virus koroner ditangani di Sumatera Barat.

[ad_2]

Source link