8 Cara Mengajar Anak agar sopan dan hormat

<pre><pre>8 Cara Mengajar Anak agar sopan dan hormat

[ad_1]

8 Cara Mengajar Anak agar sopan dan hormat

Memiliki anak yang sopan dan menghormati orang lain adalah keinginan orang tua. (Menyimpan foto)

TABLOIDBINTANG.COM – Memiliki anak yang sopan dan menghormati orang lain persis seperti yang orang tua inginkan. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa perilaku anak-anak terkadang sangat tidak terduga. Terkadang patuh dan manis, di lain waktu anak-anak mungkin nakal, tidak sopan, dan tidak sopan kepada orang lain. Terkadang, sikap mereka adalah memarahi orang tua. Jangan khawatir, itu normal.

"Mereka senang menguji batas mereka," kata Jane Nelsen, seorang pakar pendidikan dan bagian dari tim yang menulis A-Z Positive Discipline. "Sejujurnya, aku sebenarnya khawatir anak-anak tidak melakukan itu," lanjutnya.

Selain perlunya menguji batasan otoritas, anak-anak juga perlu belajar pentingnya menghormati orang lain – dan itu harus dimulai dari rumah.

Berikan contoh

Anak-anak adalah penyalin yang berhasil. Apa yang dia lihat, itulah yang akan dia lakukan. Jangan memerintahkan anak Anda untuk menghormati Anda sementara Anda tidak menghormati anak Anda. Memaksa anak-anak Anda untuk menghormati Anda hanya menciptakan rasa takut, bukan rasa hormat.

"Kami bingung karena begitu sering, pendidikan kami membuat kami sama dengan ketakutan kami," kata Jerry Wyckoff, psikolog dan penulis tim untuk Twenty-Learned Welfare. Sebagai gantinya, mulailah mendengarkan keinginan anak. Hormati pendapatnya. Saat Anda berbicara dengannya, perhatikan dia dan tunjukkan bahwa Anda bersemangat tentang apa yang dia bicarakan.

Ajarkan "tiga kata ajaib"

Ajari anak untuk memahami dan mengatakan "tolong", "maaf", dan "terima kasih" dengan benar dan untuk mengingatkan mereka ketika mereka lupa. Juga, katakan bahwa Anda lebih suka membantunya ketika dia sopan dan Anda tidak menyukainya ketika dia memesan dengan nada kasar.

Sekali lagi, memberi anak contoh bersikap sopan lebih baik daripada memaksa mereka. Katakan "tolong" dan "terima kasih" kepada anak Anda (dan orang lain), dan ia akan tahu bahwa frasa itu adalah bagian dari komunikasi normal, baik dalam keluarga maupun di depan umum.

Hindari reaksi berlebihan

Ketika Anda melihat seorang anak mengatakan sikap tidak sopan, kasar, berteriak, dan menentang, jangan menunjukkan reaksi berlebihan. Jangan bersumpah, berbicara dengan kasar, apalagi bermain tangan. Terkadang anak-anak dengan sengaja memprovokasi dan memprovokasi emosi sehingga ketika Anda marah mereka benar-benar menikmati "kemenangan".

Sebaliknya, lihat wajahnya dan berikan nasihat yang tenang tapi tegas. "Jangan seperti itu. Jika kamu ingin aku membantumu, tanyakan dengan baik. Aku akan membantumu," misalnya.

Memahami perbedaan pendapat

Hidup akan lebih mudah jika anak-anak selalu senang mematuhi semua perintah, tetapi itu tidak realistis. Apa yang harus dipahami, ketika anak-anak Anda menentang perintah Anda, ingatlah bahwa anak Anda tidak berusaha untuk berkelahi, tetapi mereka adalah individu yang memiliki ide-ide mereka sendiri. Itu harus diatasi, jika mereka menyatakan ketidaksetujuan mereka dengan tajam. Ajari mereka untuk mengekspresikan diri mereka secara sopan dan positif.

Bagus tapi tegas

Salah satu cara terbaik untuk mempraktikkan rasa hormat adalah bersikap baik dan tegas dalam setiap disiplin yang Anda terapkan. "Menjadi baik mencerminkan rasa hormat anak-anak dan bertindak tegas untuk menunjukkan rasa hormat terhadap apa yang perlu dilakukan," kata Nelsen.

Bicaralah nanti

Ketika anak-anak sedang tidak sehat, terkadang Anda tidak perlu membicarakannya dengan segera. Temukan waktu dan tempat yang tepat. Hindari mengekspos anak-anak terhadap kesalahan di depan umum karena mereka akan mempermalukan dan mengurangi harga diri mereka. Pilih tempat yang tenang, ketika anak mulai tenang dan menerima semua saran dengan baik.

Bicara tentang kesalahan yang Anda buat sebelumnya. Jangan kaget dengan kesalahan dan penilaian, tetapi evaluasi dan saran. Dalam lingkungan yang tenang dan nyaman, anak-anak lebih cenderung mengerti

Beri aku pujian

Buat anak-anak senang dan bangga menjadi sopan dengan memuji mereka atas perbuatan baik mereka. Beri dia pujian khusus, sesuai dengan kebaikannya. Misalnya, "Terima kasih telah mengatakan 'tolong' ketika Anda meminta saya makan."

Berbicaralah secara terbuka, dan anak akan dengan cepat menyadari bahwa setiap upaya untuk berbuat baik akan menghasilkan hadiah.

[ad_2]

Source link