9 orang dimakamkan di Tambang Emas ilegal di Solok Selatan

<pre><pre>9 orang dimakamkan di Tambang Emas ilegal di Solok Selatan

[ad_1]

Kepala Kepolisian Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto mengatakan, kematian sembilan pekerja yang dimakamkan akibat penambangan emas ilegal terjadi pada Sabtu (18/4) malam sekitar pukul 17:45 sore. Tragedi yang tidak menguntungkan terjadi di Distrik Pantai Pedesaan Nagari, Kabupaten Sangir Batanghari, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Korban tewas terdiri dari delapan pria dan seorang wanita.

"Peristiwa itu dilaporkan pukul 5.45 sore Waktu Indonesia Barat pukul 22.00 Waktu Indonesia Barat. Pergeseran dimulai hingga pukul 00.15 WIB. Terima kasih Tuhan "Semua mayat akan dirilis pada jam 1:30 siang," kata imam itu ketika dihubungi oleh VOA, Minggu (19/4).

Imam itu mengungkapkan bahwa tambang emas era kolonial Belanda tidak memiliki izin. Polisi juga telah disosialisasikan beberapa kali sehingga orang tidak melakukan kegiatan penambangan di tambang emas tanpa izin mereka. Namun, orang terus melakukan kegiatan penambangan ilegal.

"Tidak ada izin. Ini adalah peninggalan zaman Belanda, tetapi tim investigasi kriminal sekali lagi memeriksa tempat kejadian (TKP)," kata imam itu.

"Untuk keperluan penyelidikan, saya tidak menjelaskan karena kami belum menerima informasi tambahan dari tempat kejadian. Untuk tindakan polisi, kami telah mengajukan banding dan tindakan akan diambil," tambahnya.

Sekarang semua yang mati sudah di rumah pemakaman mereka sendiri. Imam itu mengatakan beberapa jenazah juga sedang dipersiapkan untuk penguburan sore ini.

"Saya ingin memeriksa enam orang lagi, tetapi semua orang ada di rumah duka," kata imam itu.

Pada saat penyerahan laporan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Selatan (BPBD) tidak memberikan pernyataan resmi. VOA telah mencoba menghubungi Kepala BPBD Solok Selatan Richi Amran, tetapi belum membuahkan hasil. [aa/em]

[ad_2]

Source link