Arcandra: Strategi kontrak jangka panjang ketika harga minyak jatuh

Arcandra: Kontrak jangka panjang strategi saat harga minyak turun

[ad_1]

Dengan begitu harga akan tetap menguntungkan, karena kontrak pembelian masih bisa dilakukan

Jakarta (ANTARA) – Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar mengatakan ketika harga minyak jatuh atau rendah, hal-hal lain yang biasanya dilakukan oleh negara lain adalah salah satu kontrak jangka panjang dengan produsen minyak.

"Bagaimana dengan peluang Indonesia? Kami adalah konsumen minyak besar, negara dengan konsumen minyak besar akan melakukan banyak hal termasuk kontrak jangka panjang," kata Arcandra Tahar dalam sebuah posting di akun Instagramnya yang dipantau oleh Antara di Jakarta pada hari Selasa.

Pilihan lain adalah peluang membeli banyak minyak mentah secara langsung jika tabungan atau penyimpanan yang cukup besar.

Atau yang lainnya tabungan penuh dapat membuat kontrak pembelian ketika minyak turun, tetapi waktu pengiriman dapat ditetapkan pada saat penerimaan tabungan Itu mungkin.

"Dengan begitu harga akan tetap menguntungkan, karena kontrak pembelian masih dapat dibuat," kata Presiden Perusahaan Gas Nasional (PGN) Arcandra Tahar.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kondisi minyak yang rendah sering digunakan untuk memperkuat sektor hilir minyak dan gas. Misalnya mengembangkan proyek penyulingan minyak dan gas, petrokimia dan infrastruktur lainnya seperti jaringan gas alam.

Harapannya adalah begitu infrastruktur selesai, akan membutuhkan 3 hingga 5 tahun, ketika siap pada saat itu harga minyak akan kembali normal.

Harga minyak mentah AS turun hingga lebih dari 20 tahun pada Senin (21/4) didorong oleh melemahnya permintaan dan pasokan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pada Mei turun lebih dari 40 persen, diperdagangkan di bawah $ 11 per barel di New York Mercantile Exchange, level terendah sejak 1998.

Saham-saham di AS mencatat kenaikan kuat dalam pekan yang berakhir 17 April, dengan Dow Jones Index naik 2,2 persen, S&P 500 Index 3 persen dan Nasdaq Index mencatat kenaikan mingguan 6,1 persen.

Reporter: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Fardian Risbiani
HAK CIPTA © Antara 2020

[ad_2]

Source link