Australia Menuntut Transparansi Tiongkok atas Covid-19 Origins

<pre><pre>Australia Menuntut Transparansi Tiongkok atas Covid-19 Origins

[ad_1]

Australia menuntut transparansi China dalam penelitian internasional tentang asal dan penyebaran Covid-19. Seruan untuk tinjauan global yang komprehensif tentang krisis didukung oleh Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. Lebih dari 6.600 orang terinfeksi virus koroner di Australia yang mengakibatkan 70 kematian.

Pihak berwenang Cina berada di bawah tekanan atas penanganan epidemi virus koroner. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Sabtu (4/4) China harus menghadapi beberapa konsekuensi jika "secara sadar bertanggung jawab" atas wabah tersebut.

Beijing menolak kritik dan bersikeras terbuka tentang penyebaran COVID-19. Cina telah mengambil beberapa langkah yang bertanggung jawab untuk memperingatkan dunia akan bahaya COVID-19. Virus ini diyakini berasal dari pasar ternak Wuhan.

Namun, Australia sekarang mencari penelitian independen tentang asal-usul COVID-19 dan bagaimana virus ini menyebar dengan cepat di seluruh dunia.

Menteri Luar Negeri Marise Payne mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp bahwa tindakan China harus diselidiki dengan cermat.

"Kunci untuk memahami krisis ini adalah transparansi, tentu saja, transparansi di China. Transparansi dari negara-negara penting di seluruh dunia akan menjadi bagian dari setiap survei. pandemi, "kata Payne.

Pemerintah Canberra menekankan bahwa survei global apa pun tidak dapat dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) itu sendiri.

Pejabat Australia mengatakan beberapa tanggapan WHO terhadap wabah virus koronal "tidak membantu."

Australia menentang proposal WHO pada awal Februari 2020 yang melarang pengunjung dari Cina daratan. Canberra kemudian menutup sejumlah perbatasan Australia dan memberlakukan aturan penguncian yang ketat. Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan Australia berhasil dalam kampanye melawan COVID-19 tetapi perjuangannya masih jauh dari yang diharapkan.

WHO meminta negara-negara untuk bekerja sama dalam perang melawan epidemi COVID-19. [mg/ii]

[ad_2]

Source link