Bantu Penanganan Korona, BIN Donasikan Alkes, dan PPE ke BNPB

<pre><pre>Bantu Penanganan Korona, BIN Donasikan Alkes, dan PPE ke BNPB

[ad_1]

indopos.co.id – Badan Intelijen Negara (BIN) terus membantu dalam menangani wabah koronavirus 2019 (Covid-19). Ini ditunjukkan dengan mengirimkan bantuan dalam bentuk peralatan medis (Alkes) dan Alat Pelindung Diri (APD) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Wakil Kepala BIN Teddy Lhaksmana Widya Kusuma mengatakan bantuan itu dilakukan di bawah arahan dan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden telah menyerukan kementerian / lembaga (K / L) untuk mengambil bagian dalam inisiatif dan menyisihkan Anggaran Nasional (APBN) yang tidak penting untuk mengatasi Covid-19.

Bantu peralatan medis dari BIN dalam bentuk 5 unit ventilator, 10 ribu alat tes cepat dan obat-obatan untuk perawatan pasien Covid-19, yaitu 10 ribu tablet chlorokuin dan 10 ribu azithromycin.

Selain itu, BIN juga menawarkan alat pelindung diri (APD) berupa 1.000 pakaian pelindung, 1.000 sarung tangan, dan 500 ribu masker non-medis.

"Semoga dengan bantuan alat-alat medis dan obat-obatan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memiliki sumber daya yang cukup untuk mendukung operasi," kata Wakil Kepala BIN Teddy Lhaksamana Widya Kusuma ketika menyerahkan sumbangan kepada Kepala Staf Doni Monardo , Jumat (17/4/2020).

Teddy berharap semua orang disiplin dalam menjalankan perintah pemerintah. Misalnya, hambatan sosial berskala besar (PSBB), penerapan perilaku yang menjaga tubuh secara fisik, bersih dan sehat. "Serta belajar, bekerja dan beribadah di rumah. Akibatnya, paparan publik terhadap Cobid-19 masih tinggi," katanya.

Belum lagi, kegiatan ini merupakan perpanjangan dari langkah BIN dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia. Badan intelijen negara sebelumnya telah memberikan bantuan kepada beberapa pihak terkait Covid-19, seperti Rumah Sakit Persahabatan Rumah Sakit (RS), Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Rumah Sakit Brimob dan Departemen Kesehatan.

Tidak hanya itu, BIN juga bermitra dengan LBM Eijkman untuk pengembangan teknologi pencegahan dan vaksinasi dan terapi untuk virus Corona, khususnya Covid-19.

Selain itu, kolaborasi dengan Universitas Airlangga untuk mengembangkan kandidat untuk penyembuhan virus SARS-CoV-2. Obat ini merupakan kombinasi dari berbagai obat yang berpotensi untuk pengobatan pasien Covid-19. (mdo)

[ad_2]

Source link