Bantuan makanan pokok COVID-19 mendorong pengemis untuk datang ke Yogyakarta

Bantuan sembako COVID-19 picu pengemis datang ke Yogyakarta

[ad_1]

mereka mengklaim sedang menunggu seseorang untuk membantu

Yogyakarta (ANTARA) – Meluasnya distribusi bantuan makanan di beberapa tempat di kota Yogyakarta di tengah pandemi COVID-19 dianggap sebagai salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan jumlah tunawisma dan pengemis dalam beberapa hari terakhir, sebagaimana dinyatakan oleh Komandan PP Kota Satpol Yogyakarta , Agus Winarto.

"Akhir-akhir ini telah terjadi fenomena tunawisma dan pengemis, bahkan pengendara membawa mobil mereka ke berbagai tempat, terutama di tempat-tempat ramai," kata Agus Winarto di Yogyakarta, Senin.

Menurutnya, para tunawisma dan pengemis awalnya terlihat di Malioboro Yogyakarta tetapi kemudian menyebar ke lokasi lain, seperti Kotabaru dan Sudirman Road.

Agus mengatakan bahwa petugas polisi PP Yogyakarta akan segera menangkap para pengungsi dan pengemis dan kemudian mengembalikan mereka ke kota asal mereka. Sebagian besar berasal dari luar kota Yogyakarta.

Baca juga: Pemerintah mendistribusikan makanan ke 1,2 juta keluarga di DKI Jakarta

Juga Baca: Paket makanan pemerintah yang berisi beras dan sabun

"Kami telah mendisiplinkan lima hingga enam orang tunawisma dan pengemis di Malioboro. Dalam proses disipliner, mereka mengklaim bahwa mereka sedang menunggu seseorang untuk menyediakan makanan atau bahan makanan," katanya.

Saat ini, menurut Agus, Ahli Bedah PP Kota Yogyakarta telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Malioboro (UPT) untuk memberikan informasi kepada semua pihak atau orang di wilayah tersebut untuk mencegah penyebaran apa pun. "Distribusi makanan dan kegiatan lainnya di Malioboro telah dilarang," katanya.

Partai atau organisasi yang ingin memberikan bantuan diminta untuk mengarahkan bantuan mereka melalui desa dan daerah setempat yang akan memberikannya kepada orang-orang yang paling membutuhkannya.

"Jika bantuan itu tersedia untuk umum, dikhawatirkan akan menyebabkan banyak orang, berpotensi mengarah pada penyebaran virus koroner. Tujuannya bagus, tapi kami berharap membuatnya lebih aman dan membantu target," katanya.

Dia mengatakan bahwa meskipun disiplin, banyak tunawisma dan pengemis sering kembali ke Yogyakarta. "Beberapa hari yang lalu ada juga dua orang yang selalu berada di sekitar Stadion Mandala Krida. Setelah berkunjung, mereka mengaku berasal dari Purworejo dan sedang menunggu seseorang untuk membantu," katanya.

PP Yogyakarta, selanjutnya, juga akan berkoordinasi dengan Surveillance PP DIY tentang tuna wisma dan pengemis.

"Biasanya, mereka berada di perbatasan, jadi kontrol harus melibatkan PP dari daerah sekitarnya atau dukungan DIY," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi meminta donor dan dermawan untuk memberikan bantuan melalui desa-desa di Yogyakarta.

"Dengan menyalurkan mereka melalui kemurahan hati, bantuan dijamin akan ditargetkan dan dikirim langsung ke penerima. Tidak perlu terburu-buru untuk meminta bantuan," katanya.

Oleh karena itu, Heroe berharap protokol pencegahan virus koroner masih bisa diimplementasikan sehingga jumlah kasus di Yogyakarta tidak bertambah.

Juga Baca: Warga di daerah isolasi terbatas Surabaya mendapatkan bantuan makanan

Penyiar: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Zita Meirina
HAK CIPTA © Antara 2020

[ad_2]

Source link