Bantuan yang memuaskan

AJNN.net - Aceh Journal National Network

[ad_1]

INTERMESO

Bantuan yang memuaskan
Ilustrasi: potongan kecil

BUKAN, Bang Awee harus melepaskan topinya ke Nova Iriansyah. Penjabat Gubernur Aceh dianggap Bang Awee yang mampu membuat kebijakan yang tepat untuk membatasi penyebaran virus covid-19 di Aceh.

"Sejauh ini, jumlah penderita korona di Aceh sangat sedikit. Ini menunjukkan bahwa langkah penanganan yang diambil tepat sasaran," kata Bang Awee, malam tadi.

Bang Awee sendiri merasakan upaya pemerintah setempat untuk mencegah penyebaran virus. Beberapa malam yang lalu, ketika berjalan kaki dari Medan ke Banda Aceh menggunakan bus malam, Bang Awee menjalani pemeriksaan kesehatan di terminal bus Kuala Simpang.

Di tempat parkir terminal, berdirilah ruang penyemprotan desinfektan. Setiap penumpang dari Medan harus turun dan memasuki ruangan. Selanjutnya, pejabat dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten memeriksa suhu penumpang sebelum memberikan cairan antiseptik ke tangan masing-masing penumpang.

Suasananya sangat tidak nyaman. Bahkan, bayi juga diharuskan menjalani pemeriksaan. Tetapi ini adalah cara yang bagus untuk memastikan bahwa setiap peringatan tentang kemungkinan dia menyebarkan virus koroner kepada orang lain.

"Jadi, mereka yang tidak sehat tidak bisa memaksa diri untuk melakukan perjalanan. Atau mereka yang berada dalam kelompok berisiko tinggi tidak memasuki Aceh," kata Bang Awee.

Yang tersisa, Bang Awee menambahkan, adalah bagaimana masyarakat lokal dan pemerintah bekerja bersama untuk mengatasi masalah ini bersama. Jumlah produk yang dapat dihasilkan oleh Aceh harus ditingkatkan untuk didistribusikan ke Aceh. Baik dalam bentuk bantuan atau untuk dijual.

Bang Awee memberi contoh langkah Walikota Banda Aceh Aminullah Usman yang memerintahkan banyak masker kain dari tukang lokal untuk didistribusikan kepada publik. Selain membantu orang yang membutuhkan topeng, tindakan ini juga mendorong sirkulasi ekonomi regional.

Pemerintah Aceh, pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Aceh, kata Bang Awee, seharusnya tidak membuat bantuan sebagai prioritas. Pemerintah harus menyediakan tongkat dan kait umum dan menyediakan kolam bagi masyarakat untuk memancing di sana.

Kami, menurut Bang Awee, hilang di padang pasir bantuan setelah gempa bumi dan tsunami tahun 2004. Pada saat itu, orang-orang dengan uang bersaing untuk mendapatkan bantuan. Dari mie instan hingga pakaian dalam.

Akibatnya, orang menjadi malas dan beberapa dari mereka berubah dari produktif menjadi malas atas nama bencana. Sebenarnya, jika pada waktu itu seseorang mengarahkan setiap bantuan untuk menjadi pancing, dan masyarakat akan bangkit dan berdiri di atas kaki mereka sendiri, proses pemulihan Aceh akan berjalan lebih cepat dan lebih baik.

"Jadi, kita harus belajar untuk tidak tergantung pada bantuan. Dana yang ada semestinya dapat membuat rakyat Aceh lebih produktif dan mandiri. Corona harus mendidik kita untuk menjadi negara yang lebih kuat dan independen," kata Bang Awee.

[ad_2]

Source link