Bos OJK Terkena Stimulus Kredit Hanya Untuk UKM

<pre><pre>Bos OJK Terkena Stimulus Kredit Hanya Untuk UKM

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia– Ketua Dewan Jasa Keuangan (OJK) Ketua Santimboh menekankan bahwa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sangat membutuhkan stimulasi kredit dan insentif di tengah pandemi COVID-19. OJK meluncurkan stimulus di bidang jasa keuangan, bank, perusahaan multifinance, asuransi, dan dana pensiun.

Alasannya adalah bahwa usaha kecil dan mikro tidak memiliki kemampuan untuk membuat keputusan perusahaan seperti perusahaan skala besar. "Bank harus memahami bahwa yang kecil tidak dapat membuat keputusan komersial; sebaliknya, bank lebih proaktif tentang bagaimana mereka dapat bertahan hidup. Jika bank kecil tidak diberi panduan, mereka akan mati," kata Wimboh kepada CNBC Indonesia, Kamis (17/04) / 2020) .


Sebagai perbandingan, jumlah debitur UMKM di bank adalah besar, bahkan jika nilainya lebih kecil daripada perusahaan. Sementara itu, perusahaan skala besar tampaknya memiliki kapasitas lebih untuk menangani krisis. Wimboh mengatakan bahwa kredit untuk perusahaan swasta skala besar lebih kompleks daripada UMKM, karena masalahnya bukan hanya arus kas.


"Untuk perusahaan besar tidak ada aturan khusus, jika mereka diatur secara khusus, mereka bahkan akan membatasi variasi di lapangan," kata Wimboh.

Dia sebelumnya mengatakan penurunan interaksi langsung sebagai pandemi COVID-19 dan Skala Batas Sosial (PSBB) sebenarnya mempercepat proses digitalisasi dalam FSA. Wimboh percaya bahwa lembaga pemerintah atau perusahaan akan bergerak cepat untuk mendigitalkan demi kelancaran proses kerja.

"Keberadaan COVID-19 telah mempercepat digitalisasi. Rapat dewan komisaris sekarang digital. Dapat dikatakan bahwa dengan kedok penyamaran, ekonomi terus beroperasi bahkan ketika orang tidak lulus," katanya.

(dob / dob)


[ad_2]

Source link