BPK Minta Audit, Jangan Biarkan Kartu Karyawan Digunakan untuk Untung

<pre><pre>BPK Minta Audit, Jangan Biarkan Kartu Karyawan Digunakan untuk Untung

[ad_1]

Eramuslim.com – Badan Pusat Pengusaha Indonesia Pusat (BPP Hipmi) telah meminta Badan Pemeriksa Agung (BPK) untuk mengaudit anggaran untuk Kartu Pra-kerja, terutama sehubungan dengan perjanjian satu-ke-satu proyek sebesar $ 5,6 triliun untuk pelatihan online. program.

Wakil Presiden BPP Himpi Anggawira mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis di Jakarta pada hari Minggu bahwa penunjukan tersebut harus menjadi perhatian BPK agar penggunaan finansial atau anggaran lebih transparan dalam penggunaan dan tujuannya.

"Jangan biarkan siapa pun menggunakan dana untuk memberi manfaat bagi diri mereka sendiri atau kelompok," katanya.

Dia juga mengkritik penentuan kriteria penerima dan proses seleksi. Karena itu, keterlibatan asosiasi bisnis seperti Kadin dan Hipmi dianggap perlu karena dunia bisnis adalah konsumen.

"Jangan sampai pelatihan menjadi sia-sia karena tidak sesuai dengan persyaratan, jadi kami berharap akan ada skema tautan dan kompetisi," katanya.

Misalkan Anda mengatakan anggaran biaya pelatihan dalam Program Kartu Kerja adalah $ 5,6 triliun, hampir 25 persen dari anggaran $ 20 triliun. Sayangnya, pelatihan dalam program ini tidak gratis, tetapi biayanya ditanggung pemerintah dan biayanya cukup tinggi.



Untuk berpartisipasi dalam pelatihan online, peserta harus membayar biaya pelatihan atau kursus yang dipilih. Sebaliknya, banyak latihan gratis tersedia melalui internet.

Menurut Angawira, anggaran puluhan triliun untuk Kartu Kerja sedang dialihkan untuk berurusan dengan COVID-19. Terutama orang-orang yang pendapatannya dipengaruhi oleh ekonomi karena virus sangat membutuhkan ketersediaan makanan.

Dia mengatakan anggaran $ 20 triliun dapat digunakan untuk jutaan keluarga miskin.

"Bukankah seharusnya program ini diubah menjadi program bantuan sosial yang berkolaborasi dengan bisnis sehingga iklim bisnis dan iklim tetap terjaga, dan tujuannya dapat diperluas," katanya. (antara)

[ad_2]

Source link