Bupati Hamid Rizal Meninjau Ketersediaan dan Fasilitas Medis di Rumah Sakit Distrik Natuna dalam mengantisipasi Situasi Terburuk -19

admin 2

[ad_1]

Batamtimes.co – Natuna – Bupati Abdul Hamid Rizal Pemerintah Kabupaten Natuna sedang meninjau ketersediaan fasilitas medis dan Rumah Sakit Distrik Natuna untuk mengantisipasi situasi terburuk dalam menangani pasien yang terpajan dengan dampak virus covid-19.

Hamid Rizal menjelaskan bahwa dalam peristiwa koroner, fasilitas medis dan kesehatan harus siap untuk menghadapinya.

Bupati Hamid Rizal bertemu di Auditorium Rumah Sakit Kabupaten Ranai, Senin (20/4/2020) pagi setelah meninjau ketersediaan fasilitas medis dan rumah sakit untuk Penanganan dan Antisipasi Co-19 dalam acara peristiwa koroner bencana di Natuna.

Menurutnya, di beberapa kabupaten / kota di Provinsi Kepulauan Riau sudah berada di zona merah wabah Covid-19.

Hamid mengatakan itu tidak akan mungkin bagi Natuna jika perawatan dan pencegahan tidak dilakukan dengan lebih serius, katanya pada pertemuan di Rumah Sakit Umum Distrik Natuna, Senin (20/4) pagi.

Hamid juga mengatakan kepada Dinas Kesehatan untuk mengambil langkah nyata, terutama dalam meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pendukungnya, untuk membuat Natuna lebih siap menghadapi dampak terburuk dari penyebaran Covid-19.

Dia menekankan bahwa operasi Covid-19 akan membutuhkan kerja sama semua pihak, meskipun kesediaan tenaga medis akan selalu menjadi pemimpin dalam layanan kesehatan untuk semua situasi dan situasi yang mungkin timbul.

Meskipun demikian, ia berharap bahwa Dinas Kesehatan dan semua jajaran layanan kesehatan, rumah sakit, pusat kesehatan dan kutub akan terus mengembangkan kerja sama dan sinergi dengan TNI-POLRI.

Dalam menangani Covid-19 dalam situasi saat ini untuk mengatasi ODP, PDP dan OTG, serta upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Sakti, ia bertanya.

Selain itu, Hamid juga mengundang masyarakat dan semua manajemen sinagog untuk sepenuhnya mematuhi permohonan dan saran yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Sementara menghilangkan kegiatan ibadah dan selalu memakai topeng ketika keluar rumah, tidak memadati dan menjaga jarak (jarak sosial) dan mempertahankan gaya hidup sehat untuk memutus rantai yang jelas.

Oleh karena itu, penyebaran arteri koroner di daerah perbatasan dapat dicegah untuk keselamatan bersama, katanya.

(Pohan / Humpres)

[ad_2]

Source link