Bupati Surati Bogor, BPTJ Meminta Keamanan Stasiun Bojong dan Perbaikan

Ady Anugrahadi

[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta Otoritas Transportasi Jabodetabek (BPTJ) telah meminta Bupati Bogor untuk memperkuat keamanan di Stasiun Cilebut dan Bojong Gede. Permintaan itu disampaikan dalam surat yang diposting pada Minggu (4/4/2020).

Kepala BPTJ Polana B Pramesti mengatakan permintaan itu semata-mata meramalkan lonjakan penumpang di Stasiun Peak dan Bojong Gede.

"Hanya untuk membantu, memantau dan mengendalikan stasiun. Jika ada kepadatan," katanya.

Polana tidak merinci alasan permintaan untuk memperkuat keamanan bagi Bupati Bogor. Dia berpendapat bahwa kebijakan itu diterapkan dengan pihak terkait.

"Nanti, saya akan bertemu dengan BNPB tentang masalah ini, ya," katanya.

Isi nomor surat: UM.303 / 2/2 BPTJ 2020 ditandatangani oleh BPTJ Kepala Negara Polana B. Hadiahnya adalah sebagai berikut:

1. Menyusul hasil pertemuan koordinasi bersama antara Pemerintah Pusat (Kementerian Perhubungan) dan PT Kereta Api Indonesia dan Kereta Api Indonesia Commuter Indonesia pada 19 April 2020, dalam rangka pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) Kabupaten Bogor, perkiraan potensi lonjakan penumpang kereta api Kereta Listrik (KRL) di Stasiun Cilebut dan Bojong Gede pada Senin, 20 April 2020.

2. Mengingat hal di atas, kami dengan ini mencari bantuan dari Bupati Bogor untuk membantu PT CommuterIndonesia Railway (KCI) dalam memperkuat keamanan di sekitar stasiun Cilebut dan Bojong Gede berkoordinasi dengan otoritas keamanan terkait.

3. Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama Bupati Bogor.

[ad_2]

Source link