Cara Menghadiahkan Hadiah Tekan Distribusi Covid-19 di Jawa Tengah

<pre><pre>Cara Menghadiahkan Hadiah Tekan Distribusi Covid-19 di Jawa Tengah

[ad_1]

Merdeka.com – Berbagai langkah yang diambil oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam menangani Covid-19 di Jawa Tengah dianggap efektif. Metode yang digunakan adalah kombinasi dari bukti tradisional dan ilmiah bahwa pasien dengan gejala yang kurang positif pulih dan pulih dari kematian.

Memberikan wawasan langsung dari pintu ke pintu adalah metode tradisional yang dipilih oleh Ganjar dalam berurusan dengan Covid-19. Bulan ini, Ganjar banyak bepergian di Semarang dengan bersepeda untuk bertemu masyarakat. Hadiah tidak ragu menggunakan speaker untuk mengingatkan orang agar memakai topeng dan menjaga jarak.

Menurut ahli matematika di Universitas Sebelas Maret di Surakarta, Sutanto Sastroredja memiliki efektivitas tinggi dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan.

"Karena setelah melakukan itu, Ganjar dengan cepat menyebar di media sosial sehingga pembelajaran dapat dinikmati oleh masyarakat umum, bukan hanya Jawa Tengah tetapi juga Indonesia, jadi Corona tidak hanya merugikan secara pribadi tetapi seluruh komunitas secara nasional dan bahkan global," katanya, Senin (4/4) 20)).

Langkah tradisional ini dilengkapi dengan komunikasi yang kuat dengan para kepala desa di seluruh Jawa Tengah. Dia menyajikan metode pencegahan dasar untuk perawatan. Seorang ahli matematika di University of Bordeaux mengatakan tindakan itu membuat data kaya dan data kaya untuk pencegahan.

"Ganjar berpengalaman dalam data dan pekerjaan teknis di lapangan. Dia adalah orang yang serba cepat yang siap belajar. Seiring dengan cara menangani PCR, VTM, Renagen dan lainnya, dia sangat berpengetahuan. Dalam eksplorasi data dia sangat berpengetahuan," katanya.

Metode yang digunakan oleh Ganjar lebih efektif dalam memberikan pengetahuan dari para ilmuwan yang bersatu. Akhirnya ada nama Hendro Wicaksono, seorang teknolog Indonesia yang sekarang mengajar di Universitas Jacob Bremen dan memegang gelar profesor 4.0 di Jerman.

Selain itu, Ganjar juga mengadakan diskusi intensif dengan ilmuwan Indonesia lainnya, mulai dari pakar virus, internis, ahli gizi, sarjana hingga forensik. Untuk menganalisis probabilitas distribusi dan jangka waktu, Ganjar mengundang spesialis.

"Itu bukan pengetahuannya, tetapi dia benar-benar memahaminya. Dia tidak keberatan bertanya kepada para ilmuwan, itu adalah hal yang sangat istimewa. Saya belum pernah melihat pemimpin regional lain melakukan hal yang sama," katanya.

Melihat upaya Johnny, dia tidak terkejut jika pasien yang pulih di Jawa Tengah terus meningkat, dan tingkat kenaikannya tidak signifikan. Data terakhir pada kasus Covid-19 di www.corona.jatengprov.go.id menunjukkan 363 positif, 268 dirawat, 80 pulih dan 45 meninggal.

Tetapi menggabungkan metode tradisional dengan metode ilmiah tidak cukup. Memang benar hingga hari ini kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Jawa Tengah masih dalam pengembangan. Tanto mengatakan dia telah membuat perhitungan matematis sejak kasus Covid-19 masuk ke Indonesia.

Dia mengatakan sampai sekarang dia belum pernah mendengar rencana untuk berurusan dengan Covid-19, setidaknya dalam 100 hari. Bahkan, lebih jauh lagi, jika ada perhitungan waktu yang jelas, langkah pencegahan bisa diambil. Padahal, menurut perhitungannya, jika upaya jarak dan karantina psikis dilakukan secara konsisten, maka dalam 100 Covid-19 hari di Indonesia atau pada 10 Juni pertempuran ini akan berakhir.

"Ketika rencana aksi tidak tersedia, bersiaplah untuk menangani hal ini lebih lanjut. Langkah selanjutnya yang harus diambil adalah perawatan berbasis pedesaan. Terutama, menerapkan jaring pengaman sosial, ekonomi," katanya. [hrs]

[ad_2]

Source link