COVID-19 Masalah Kesalahan Informasi Hanya Menambah Beban Psikologis – Covid19.go.id

Covid19.go.id Logo

[ad_1]

Informasi yang salah tentang COVID-19 hanya menambah beban psikologis

JAKARTA – COVID-19 Juru Bicara Pemerintah Achmad Yurianto mendesak masyarakat untuk mengatur informasi dengan bijak agar tidak terjebak dalam hal-hal yang salah tentang virus koroner.

Informasi yang salah hanya akan menambah beban pikiran di jantung wabah, apalagi risiko kesehatan dan dampak wabah pada kehidupan sosial ekonomi.

"Jadi, mari kita pastikan kita tidak perlu menambahkan beban psikologis kita pada berita dan informasi, itu tidak bertanggung jawab untuk COVID-19," kata Yuri dalam pernyataan resminya di Satuan Tugas COVID-19 untuk Penanganan Media, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Graha, Jakarta, Jumat (17/4).

Dia lebih lanjut menjelaskan bahwa pihak berwenang, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi sebagai bagian dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19, terus mendeteksi berita palsu tentang COVID-19 yang beredar di dunia maya.

"Ribuan anak telah muncul di jaringan internet kami," kata Yuri.

Selain itu, Kepolisian Republik Indonesia, sebagai lembaga penegak hukum, juga menangani masalah ini dan dikatakan mengambil tindakan terhadap penyebaran berita yang dianggap hanya menyebabkan kepanikan dan ketakutan di masyarakat.

Karena itu, Yuri mendesak masyarakat untuk mencari dan mempercayai berita yang ditulis secara bertanggung jawab, serta dari sumber resmi, baik pemerintah maupun ahli.

Pemerintah sendiri menyediakan saluran informasi resmi di situs covid19.go.id, 119 hotline, akun WhatsApp COVID-19, atau layanan telepon Kementerian Kesehatan di 1500-567.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk mengakses informasi melalui layanan aplikasi online, terutama aplikasi telemedicine atau teknologi smartphone yang menyediakan layanan konsultasi kesehatan tatap muka.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Bencana BNPB

[ad_2]

Source link