Covid-19 Tim Tugas House mengundang Pasien Jujur untuk Menghindari Staf Medis Corona Exposed

<pre><pre>Covid-19 Tim Tugas House mengundang Pasien Jujur untuk Menghindari Staf Medis Corona Exposed

[ad_1]

Merdeka.com – Satuan Tugas Oposisi Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia meminta pasien untuk jujur ​​dengan staf medis tentang gejala mereka. Ini untuk mencegah pajanan pada tenaga medis jika pasien terinfeksi virus Corona atau Covid-19.

"Kita perlu membantu tim medis, dengan jujur ​​menyatakan tubuh kita. Jika itu benar-benar sakit, atau jika ada gejala penyakit, katakan dengan jujur," kata Gugus Tugas Logistik Oposisi ke-19, Muchammad Nabil Haroen pada hari Minggu ( 4/4).

Nabil meminta masyarakat untuk saling membantu dan membantu dokter dan staf medis dengan informasi yang benar.

"Kalau tidak, banyak pekerja medis kami akan terbunuh, karena informasi yang salah dari pasien. Menangkap virus Corona bukanlah hal yang memalukan, tetapi itu adalah tes yang harus dibantu bersama," katanya.

Dia mengatakan tim medis adalah pahlawan di tengah wabah Covid-19. Perjuangan dan kesetiaan komunitas medis harus dihargai. Selain itu, ada lusinan personel medis yang tewas karena tugas berurusan dengan Covid-19.

"Banyak dari mereka masih muda, dengan tingkat keahlian tinggi. Indonesia kehilangan sumber daya manusianya yang unggul, yang meninggal karena Covid-19," katanya.

Selain itu, ia juga memuji tim asisten medis, petugas pengiriman, penyedia layanan kebersihan, dan mereka yang membantu operasi Covid-19.

"Semua orang harus merasa terhormat atas kontribusi dan dedikasi mereka," kata Anggota Komisi IX dari Partai Demokrat Partai Demokrat Indonesia.

Dia menambahkan bahwa hari ini Dewan Perwakilan Rakyat dari Dewan Perwakilan-19 Dewan Perwakilan Rakyat berkunjung ke Panti Jompo di Semarang. Mereka memberikan bantuan alat pelindung diri (APD), obat-obatan, dan bantuan lainnya kepada tim medis di Rumah Sakit Semarang.

"Kami berterima kasih kepada tim medis dari Rumah Sakit Semarang. Data yang kami terima, berdasarkan tes 14 April, memiliki 34 karyawan Rumah Sakit Kariadi yang terinfeksi secara positif, sebagian besar dokter," katanya. [noe]

[ad_2]

Source link