Dekat Nataru, Gereja Aman Polisi Kabupaten Banyumas

<pre><pre>Dekat Nataru, Gereja Aman Polisi Kabupaten Banyumas

[ad_1]

Kapolres Banyumas, AKBP Whisnu Caraka SIk. Dokumen Humas Polres Banyumas

PURWOKERTO, SATELITPOST -Tentang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kantor Polisi Banyumas, AKBP Whisnu Caraka SIk telah mulai mengerahkan anggotanya untuk memberikan keamanan di beberapa gereja prioritas. Keamanan telah diberlakukan selama 24 jam berturut-turut.

"Mulai malam ini (Rabu, red) kami akan menempatkan anggota di delapan gereja prioritas. Setiap gereja memiliki dua orang meningkatkan kekuatan mereka dari Polisi selama 24 jam," kata Kapolresta kepada SatellitePost, Rabu (11/12).

Kapolresta menambahkan bahwa di Banyumas sendiri ada 99 Gereja, yang direncanakan untuk mendekati Natal secara keseluruhan. Namun, sebagai permulaan mereka hanya mendukung delapan gereja. "Untuk tahun ini kami telah mengizinkannya kondusif. Namun, itu belum mengurangi tingkat siaga ke kantor polisi," katanya.

Daripada mengandalkan polisi, kepala polisi juga mengungkapkan bahwa akan ada sejumlah pos keamanan yang dibangun sehubungan dengan pos-pos lama. "Operasi lilin kami dimulai pada 23 Desember, untuk 22 Desember, kami akan memegang gelar tim," katanya.

Selain memobilisasi anggotanya, ada rencana oleh Polisi Banyumas untuk menjangkau organisasi dan organisasi Muslim dalam mengamankan gereja sebelum Natal dan selama festival. "Kami akan mencobanya nanti, sehingga komunitas Muslim akan mendapatkannya juga," katanya.

Namun, menurut Kepala Polisi, bukan hanya orang Kristen yang dijamin. Menurut kepala polisi, ia juga bekerja dengan kreativitas secara teratur, memprioritaskan kekuatan setiap kantor polisi di malam hari. "Kemudian di pagi hari kami mengaktifkan kembali titik kuat. Kami selalu merasa bahwa selalu ada polisi Natal yang baru. Kami ingin orang-orang selalu merasakan kehadiran polisi di sekitar mereka," katanya.

Dari pemantauan saat ini, untuk perayaan tahun baru di kabupaten Banyumas akan ada tiga poin yaitu di Lapangan, Gor Satria dan Baturraden. Namun, siap untuk kontrol maksimum. "Jika kita dapat mempersempitnya, kita akan menguranginya, tetapi jika kita menginginkan orang, kita akan melakukannya. Setidaknya jika orang masih memiliki keselamatan kita akan lebih mudah," katanya. (San)

[ad_2]

Source link