Deteksi Akselerasi Covid-19, PB HMI Menyediakan Tes Cepat Gratis

Rapid test (ilustrasi)

[ad_1]

PB HMI menjalankan tes cepat gratis untuk mempercepat deteksi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dewan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melalui LKMI dibuka tes cepat dan perawatan medis gratis untuk sukarelawan dari Satuan Tugas Covid-19 dan komunitas yang kurang mampu. Pengujian dilakukan untuk mereka yang memiliki gejala Covid-19.

"Data dan fakta bahwa populasi pasien positif Covid-19 masih terus bertambah dan kesulitan dalam mendiagnosis gejala pasien hari ini mengkhawatirkan," kata penjabat direktur HMI PBB Arya Kharisma Hardy di Jakarta, Sabtu (18/04).

Arya mengatakan, kontribusi aktif semua elemen negara itu sangat penting jika terjadi keadaan darurat. Menurut Indonesia, Indonesia berada di bawah ancaman masalah medis karena diduga hanya memiliki kapasitas perawatan pasien positif 12: 10.000 orang dan biaya perawatan mencapai jutaan per hari.

Dia berpendapat bahwa langkah-langkah sederhana seperti tes cepat dan rutin berskala besar dapat membantu pemerintah mendeteksi dan mengukur tingkat wabah. Dia mengatakan bahwa setiap instrumen kontrol dan pemulihan dapat dengan mudah dihitung dan diberitahukan segera.

"Diharapkan selama PSBB, pengujian cepat dapat dilakukan dalam skala besar oleh semua pihak sehingga sampel data yang diperoleh lebih besar dan lebih terukur," katanya.

Arya mengatakan pemerintah harus siap menerima kenyataan bahwa itu datang dari hasil tes cepat. Menurut dia, jika tes massa dilakukan itu akan meningkatkan jumlah grafik pasien yang terinfeksi Covid-19.

Direktur Badan Koordinasi Nasional LKMI Fachrurrozy Basalamah mengatakan LKMI telah menyediakan Jalur Pendaftaran untuk sukarelawan dan tenaga medis yang ingin diperiksa secara intensif. Termasuk, katanya, masyarakat umum secara ekonomi, terutama yang tinggal di selatan Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa mekanisme tes kecepatan akan dibuka di sekretariat PB HMI dan dibagi menjadi tiga sesi. Hal ini dilakukan untuk mencegah pengumpulan peserta dari menghubungi tenaga medis yang terbatas.

Fachrurrozy berharap orang-orang lebih terorganisir untuk tidak meninggalkan rumah. Dia mengatakan pandemi saat ini memiliki pola wabah yang sulit dihindari meskipun populasi memiliki antibodi yang kuat.

[ad_2]

Source link