Di tengah Covid-19, Kementerian Pertanian memperkuat Lembaga Pendidikan Pertanian

<pre><pre>Di tengah Covid-19, Kementerian Pertanian memperkuat Lembaga Pendidikan Pertanian

[ad_1]


OUR Online, Jakarta

Covid-19 masih merusak, tetapi itu tidak menghentikan Kementerian Pertanian (Pengembangan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) (PPSDMP) dari Kementerian Pertanian (Kementerian) Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) untuk membahas rencana tinjauan hukum Polbangtan (16/4).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa untuk meningkatkan minat generasi muda di sektor pertanian, Kementerian Pertanian juga meluncurkan program Sekolah Integrasi Pertanian dan Peningkatan Pendidikan Vokasi.

FGD ini merupakan salah satu langkah untuk mempersiapkan penguatan lembaga Polbangtan dan mengikuti instruksi Ketua PPSDMP dalam rangka mengembangkan Badan Pengembangan Pertanian sesuai dengan keunikan masing-masing Polbangtan.

Baca juga: Mahasiswa Kementerian Pertanian Membagikan Hasil Panen kepada 19 Orang yang Terkena Dampak

"Visi BPPSDMP adalah mewujudkan sumber daya manusia pertanian yang profesional, bebas, dan kompetitif untuk membangun kedaulatan pangan dan kemakmuran bagi petani," kata Dedi Nursyamsi, Kepala Badan PPSDMP.

Karena itu, kata Dedi, untuk mendukung terwujudnya visi ini, diperlukan lembaga yang kuat dengan memperkuat sistem pendidikan pertanian yang andal.

Siti Munifah, Sekretaris Badan PPSDMP, mengatakan, "Pengorganisasian Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama organisasi penelitian dan pengabdian masyarakat harus ditingkatkan bekerjasama dengan pemangku kepentingan. Misalnya Rencana Pengembangan Pertanian Gowa dan Malang melalui panduan proses penulisan bersama pemangku kepentingan menjadi produk jurnal internasional. "

Semoga, lanjut Munifah, hasil penelitian itu bukan sekadar dokumen. Dia mengatakan penguatan harus tercermin dalam hukum diikuti oleh Pedoman Umum yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Kepala PPSDMP, katanya.

Ada jutaan anak yang harus belajar online karena akses internet yang terbatas. Ada banyak staf medis yang tidak dilengkapi dengan APD lengkap. Mari bekerja sama dalam kampanye #AmanDi House untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu menyediakan APD dan fasilitas pendidikan online untuk anak-anak Indonesia. Informasi tentang donasi klik disini.

[ad_2]

Source link