Doa Jumat Masih Selama PSBB, Bogor Merilis SKB

Sejumlah jamaah melakukan shalat dhuhur di Masjid Darussalam, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat 27 Maret 2020. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah mengeluarkan maklumat meniadakan penyelenggaraan shalat Jumat di masjid dan di gantikan dengan shalat dhuhur di rumah masing-masing guna mencegah penyebaran wabah COVID-19. ANTARA FOTO/Makna Zaezar

[ad_1]

TEMPO.CO, Bogor – Seorang juru bicara untuk COVID-19 resimen Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan bahwa ia sedang mempersiapkan permohonan dari Dewan Cendekiawan Indonesia untuk referensi ke administrator masjid. Seruan tersebut untuk membantu menegakkan sanksi sosial skala besar (PSBB).

"Minggu ini akan diterbitkan tepat sebelum Ramadhan," kata Syarifah dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Tempo pada hari Minggu, 19 April 2020. Pemerintah kabupaten perlu mengadakan MUI karena masih ada warga yang melakukan sholat Jum'at selama periode PSBB di Bogor.

Syarifah mengatakan bahwa sebenarnya aturan tentang ketentuan ibadah untuk semua umat beragama tercantum dalam Peraturan No. 16, 2020. Di bawah peraturan, larangan tersebut telah diklarifikasi dan warga perlu mematuhi. "Tapi untuk lebih jelasnya tentang banding MUI kabupaten Bogor akan diterbitkan," kata Syarifah.

Di Perbup, manajemen masjid harus mendidik jemaah untuk melanjutkan kegiatan keagamaan di rumah dan harus menjaga kebersihan dan melarang siapa pun masuk. "Khususnya akses harus ditutup untuk minoritas," kata Syarifah.

Sementara itu, Walikota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bogor bersama dengan unsur Forum Komunikasi Kepemimpinan Daerah (Fokopimda), Dewan Cendekiawan Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Agama (FKUB) dan Kementerian Agama Bogor, telah mengeluarkan keputusan bersama (SKB)). Surat itu tentang larangan ibadah dan berlaku untuk semua agama.

Dedie mengutip publikasi Keputusan Bersama untuk mengoptimalkan kewaspadaan dan pencegahan penularan virus Corona. "Jadi kita hanya harus menunggu kesadaran masing-masing. Tapi perlahan-lahan mereka akan sadar," kata Dedie.

Dedie mencatat bahwa penghuni yang masih beribadah di jemaah tidak sepenuhnya memahami ketentuan PSBB. Tetapi untuk sholat Jum'at di Masjid Cimanggu, Dedie mengatakan bahwa jamaah secara fisik sedang bepergian. "Doa mereka di depan dan belakang dan kiri dan kanan sekitar satu meter jauhnya," kata Dedie.

M.A MURTADHO

[ad_2]

Source link