Dokter Berbohong Covid-19 Pasien Meninggal Karena Infeksi Virus Corona, Putranya Mengatakan

<pre><pre>Dokter Berbohong Covid-19 Pasien Meninggal Karena Infeksi Virus Corona, Putranya Mengatakan

[ad_1]


Popnesia.com – Kebohongan pasien yang terinfeksi Virus Corona menyebabkan malapetaka oleh paramedis yang sekarang berjuang mati-matian untuk menangani pasien Covid-19.


Kematian dokter sebenarnya adalah berita buruk setelah wabah Corona Virus.


Karena, dengan kematian seorang dokter, jumlah paramedis cenderung menurun dan akan memperlambat penanganan pasien yang terinfeksi dengan Virus Corona lainnya.


Leonita Triwachyuni, putri seorang dokter yang meninggal karena Virus Corona, mengungkapkan keluhannya kepada seorang pasien yang menolak untuk mengalami gejala Covid-19 dengan jujur.


Menurut TribunWow.com, seorang wanita yang juga bekerja sebagai dokter harus kehilangan ayahnya yang terinfeksi dengan Virus Corona dari seorang pasien.


Menurut Leonita, Virus Corona bukanlah penyakit sederhana.


Dia juga berharap kematian ayahnya tidak akan sia-sia dan semua warga negara dapat mengetahui tentang Virus Corona.



Ini disampaikan oleh Leonita melalui acara resmi YouTube iNews, Jumat (4/4/2020).


Pada kesempatan itu, Leonita awalnya menyentuh pada data Virus Corona yang disediakan pemerintah secara teratur.


Menurutnya, pemerintah hanya memberikan harapan palsu dengan memaparkan data tentang pemulihan Korban Virus Virus di luar angka kematian.


"Yang ingin saya katakan adalah bahwa kita seharusnya tidak memiliki angka kematian yang telah ditunjukkan pemerintah, meskipun sekarang tampaknya memberikan harapan palsu dengan tingkat pemulihan yang lebih tinggi," kata Leonita.


// "); //]]>


"Tapi kita melihat bahwa kematian bukan hanya angka, tetapi kehidupan manusia."


Karena itu, Leonita meminta semua orang untuk mematuhi rekomendasi pemerintah untuk terus melakukan pekerjaan rumah dan menjaga jarak.


Tidak hanya untuk melindungi diri mereka sendiri dan keluarga mereka, Leonita juga mendesak orang untuk menjaga keselamatan tenaga medis.


"Dan jangan biarkan nyawa keluargamu dihitung, jadi kamu harus mematuhi apa yang disarankan pemerintah," Leonita menjelaskan.


"Misalnya, selama jarak fisik ini, mengenakan topeng, menjaga kebersihan, dan terutama melindungi tenaga medis."


Melanjutkan pernyataannya, Leonita juga meminta semua pasien untuk mengungkapkan kondisi mereka kepada staf medis.


Alasannya adalah bahwa banyak pekerja medis sekarang menjadi korban Virus Corona karena ketidakjujuran pasien.


"Dengan memberi tahu semua orang bahwa Anda tahu kebenaran, seperti sejarah perjalanan, sejarah hubungan, itu membantu," katanya.


Nantinya, Leonita berharap masyarakat akan belajar dari meningkatnya jumlah kematian akibat Virus Corona.


Tidak hanya itu, ia juga meminta orang untuk tidak memandang rendah Virus Corona yang merenggut nyawa ayahnya.


"Aku hanya berharap suatu hari, bahwa kematian ayahku sia-sia. Tolong pelajari sesuatu dari kematian itu karena dalam kehidupan ini, kita berbicara tentang kehidupan," kata Leonita.


"Dan bukan hanya itu, penyakitnya tidak sesederhana itu," katanya.


Lihat video berikut ini 6.01:







46 Staf Kontraktor Medis Corona


Sebaliknya, sebelumnya 46 tenaga medis di Rumah Sakit Kariadi Semarang, Jawa Tengah, positif untuk Virus Corona.


Menurut TribunWow.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga berbicara tentang insiden itu.


Menurut Ganjar, 46 tenaga medis terinfeksi dengan Virus Corona saat merawat pasien.


Hal itu disampaikan oleh Ganjar melalui program TV Compass TV, Jumat (17/4/2020).


Ganjar mengatakan lusinan dokter yang saat ini menjalani isolasi independen dalam keadaan sehat.


"Mengenai apa yang terbaru, apa kegiatannya, saya menghubungi salah satu 'Gubernur besok pagi yang ingin berolahraga'," kata Ganjar.


"Jadi mereka semeriah mungkin, bersemangat dan tanpa rasa sakit yang aku bisa lihat."


Dia menunjukkan bahwa semua tenaga medis di Jawa Tengah yang positif untuk Virus Corona adalah staf di Rumah Sakit Semarang.


"Saya berbicara dengan beberapa dokter di sana. Apa yang terjadi di Rumah Sakit Kariadi, bukan di Jawa Tengah," katanya.


Lebih lanjut, Ganjar juga mengungkap kronologi penularan Virus Corona.


Diduga dua pasien terinfeksi Virus Corona tetapi tidak mau mengatakan yang sebenarnya.


"Jadi, saya di tengah-tengah ini tentang mengapa, jadi ada dua kelompok. Satu berurusan dengan perawatan bersalin, yang lainnya berurusan dengan operasi," jelas Ganjar.


"Keduanya dianggap positif, ada pertanyaan, ada riwayat yang harus ditanyakan. Saya lupa pasien ditanyai saat itu."


Ganjar mengatakan itu adalah ketidakjujuran pasien yang menyebabkan tenaga medis terinfeksi dengan Virus Corona.


"'Apakah Anda pernah ke sana, di sini?'", Jawabannya bukan segalanya, "kata Ganjar.


"Jadi mereka melakukannya seperti dokter, aku belum pernah jadi dokter jadi aku tidak mengerti."


Belajar dari kejadian itu, Ganjar meminta semua pasien untuk jujur ​​saat pergi ke rumah sakit.


"Jadi mereka terinfeksi, jadi kejujuran pasien itu penting dan sekarang kita tidak bisa abaikan," kata Ganjar.


"Siapa pun yang datang ke rumah sakit memiliki potensi untuk Covid-19," katanya.


Tribun Pekanbaru

[ad_2]

Source link