Dua Ketentuan PSBB yang Paling Banyak Dilanggar di Jakarta

Pengendara motor melintas tanpa menggunakan masker dan berboncengan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Meskipun DKI Jakarta telah menerapkan aturan berkendara di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti keharusan menggunakan masker maupun larangan berboncengan, tapivmasih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran tersebut di jalan raya

[ad_1]

Banyak pengendara sepeda motor tidak memakai masker dan mobil penumpang berlebihan selama PSBB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Metropolitan Jakarta (Ditolak) mengatakan, dalam seminggu penindasan pelanggaran aturan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di Jakarta, ada dua jenis pelanggaran yang sering terjadi. Ada dua jenis pelanggaran, yaitu, tidak mengenakan topeng saat mengemudi dan jumlah mobil penumpang melebihi setengah kapasitas.

Menurut data yang diperoleh oleh Direktur Jenderal Kepolisian Lalu Lintas Metro Jaya, ada 11.240 pengendara sepeda motor yang tidak memakai topeng selama satu minggu intimidasi. Sementara itu, kendaraan roda empat yang mengangkut lebih dari setengah kapasitas mobil itu mencatat 3.357 pelanggaran.

Belakangan, total 1.774 pengendara sepeda motor tidak mengenakan sarung tangan saat mengemudi. Ada juga 1.430 pengendara yang bepergian dengan penumpang yang tidak memiliki KTP yang sama dan 239 taksi motor masih mengangkut penumpang.

Jenis pelanggaran berikutnya adalah penggerak empat roda jarak fisik 727 kasus dicatat. Lalu, ada 120 pengemudi yang suhu tubuhnya di atas normal saat berkendara.

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Metropolitan Jakarta Sambodo Purnomo Yogo mengatakan tindakan terhadap pelanggar PSBB tidak hanya di pos pemantauan atau pos pemeriksaan, tetapi juga di pos pemantauan lalu lintas. Sambodo menjelaskan bahwa kebijakan untuk memeriksa pelanggar di pos pemantauan lalu lintas mulai berlaku pada 17 April 2020, yang mengakibatkan peningkatan data pelanggar PSBB yang dilaporkan di Jakarta.

"(Pelanggaran data telah meningkat sejak 17 April 2020) karena ada inspeksi tambahan di pos pemantauan, tidak hanya di pos pemeriksaan"Kata Sambodo saat dihubungi, Senin (20/4).

Seperti yang Anda lihat, dia mencetak 158 poin pos pemeriksaan tersebar di Jakarta, KP3 Tanjung Priok, Bekasi, Depok, Kota Tangerang, Bandara Soekarno-Hatta, dan Tangerang Selatan. Polisi juga telah mulai mengambil tindakan terhadap mereka yang melanggar aturan PSBB dengan mengeluarkan surat kosong atau ditegur mulai 13 April 2020.

Sementara itu, aturan PSBB untuk pengendara sepeda motor terkandung dalam Pasal 18 Peraturan Gubernur No. 33 Tahun 2020 tentang Implementasi Batasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Untuk pelanggar peraturan PSBB, Pasal 93 Jo Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan dapat dibingkai. Dengan hukuman penjara satu tahun dan denda Rp 100 juta.

[ad_2]

Source link