Endang, Covid-19 Laporan Pasien tentang Sikap Tetangganya kepada Gubernur

<pre><pre>Endang, Covid-19 Laporan Pasien tentang Sikap Tetangganya kepada Gubernur

[ad_1]

JATIMPOS.CO//MAGETAN- Endang, warga desa Sasan di Kabupaten Magetan terinfeksi virus koroner dan harus diasingkan. Bagaimana sikap para tetangga dalam mengetahui bahwa ada warga negara yang dimahkotai? Endang Lestari memberi tahu Gubernur Khofifah melalui teleconfrence.

Melalui teleconference pada Kamis (16/4), Gubernur Khofifah meminta Endang Sahar untuk menceritakan bagaimana pengalamannya dengan keluarganya beralih dari infeksi covid-19 menjadi akhirnya pulih dan konversi negatif SARS-CoV-2.

"Sejarah perjalanan kami, pada kenyataannya, dipengaruhi oleh semangat ayah positif kami yang berusia 19 tahun setelah dua hari meninggal. Dia baru saja kembali dari seminar di Bogor," kata Endang Lestari.

Setelah mengkonfirmasi bahwa ayah yang meninggal dua hari sebelumnya adalah co-19, petugas kesehatan segera pergi ke keluarga mereka dan melakukan beberapa tes sweeping.

Yang positif pertama dikonfirmasi adalah ibu dan segera dirawat di Dr. Soedono Madiun. Sementara Endang sendiri juga positif tiga hari kemudian.

"Saat menjalani perawatan, kami awalnya terkejut. Tetapi kami juga berpikir bahwa kami juga akan terinfeksi karena kami sangat 'kehilangan' ketika kami berhubungan dengan ayah saya, karena kami peduli, jadi kami merasa alami dan siap secara mental jika kami terbuka, "katanya.

Endang menjelaskan bahwa proses menunggu hasil sweep memang proses yang panjang. Sambil menunggu penyisiran, mereka dibebaskan di rumah.

"Selama masa isolasi ini, tetangga kami memberi kami banyak dukungan. Jadi, meskipun mereka menjaga jarak, mereka tetap menunjukkan solidaritas dengan sering menawarkan apa yang kami butuhkan, seperti sayuran, ikan, makanan, mereka memberikannya kepada kami dengan menjulurkannya. Kita tidak bisa meninggalkan rumah, jadi mereka membelinya, "katanya, menunjuk ke gambar sayuran dalam kantong plastik yang diletakkan di pagar depan.

Tidak hanya itu, Endang juga mengakui dukungan luar biasa dari perawat dan petugas kesehatan di Rumah Sakit Regional Dr. Soedono Madiun. Semangat motivasinya yang tak kenal lelah pasti akan pulih. Ini akhirnya terungkap setelah Endang menjalani perawatan selama 21 hari sebelum penyembuhan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Jawa Timur dan Indonesia untuk secara luas meniru solidaritas dan keharmonisan penduduk Desa Panasan di Desa Mojopurno, Kabupaten Ngariboyo, Kabupaten Magetan dalam menangani wabah koroner dan menangani 19 populasi yang terinfeksi.

Karena penduduk desa terbukti kompak dan tidak memberikan stigma negatif kepada tetangga mereka yang dinyatakan positif bersama. Di sisi lain, penduduk desa sebenarnya memberikan dukungan fisik dan mental kepada warga mereka yang terisolasi karena mereka bersama-sama 19.

"Ini adalah contoh yang bagus untuk masyarakat Jawa Timur. Ini adalah keharmonisan masyarakat Desa Panasan ketika ada keluarga di desa mereka yang terinfeksi bersama, 19 dan harus diisolasi. Orang-orang di sana memberikan simpati dan empati yang luar biasa dalam mendukung masyarakat. orang-orang yang terinfeksi sehingga mereka dapat tumbuh dengan segera, "kata Gubernur Khofifah setelah melakukan teleconference dengan keluarga Endang Lestari, seorang warga Dusun Panasan yang telah dinyatakan covid-19.

Keberlanjutan yang Terancam Punah memainkan peran untuk semua anggota masyarakat, di tengah-tengah epidemi bersama ini, tolong bantu ikuti rekomendasi pemerintah dengan lebih baik. "Tetap di rumah. Keluar dari rumah hanya untuk hal-hal yang sangat penting dan jangan pergi tanpa topeng. Ini adalah daya tarik kami," kata Endang, yang mengaku tidak memiliki gejala klinis meski dites positif pada usia 19 tahun. (N)

[ad_2]

Source link