Fenomena kemunculan Ratusan Cacing Tanah di Solo menggigil, Pakar Ini Menjelaskan

<pre><pre>Fenomena kemunculan Ratusan Cacing Tanah di Solo menggigil, Pakar Ini Menjelaskan

[ad_1]

Beritaterheboh.com – Munculnya ratusan cacing tanah di kawasan Pasar Gede Solo telah mengejutkan warga. Jumlahnya sangat besar dan menyebar ke jalur pejalan kaki di Jalan Sumoharjo.


Pembersih lalu membersihkan cacing kemarin. Salah satu petugas kebersihan, Marsono mengungkapkan bahwa ia mengambil cacing hingga satu ember.


Dia menduga cacing tanah muncul dari taman di sekitar lokasi. Sebab, saat sedang membersihkan kebun, beberapa cacing masih muncul dari tanah.


"Ada ratusan dari mereka. Jika seseorang dapat dibuat menjadi ember. Saya akan segera membersihkannya, karena masalahnya ada di sini untuk dijual," kata seorang pedagang daging di sekitar lokasi, kata Marsono kepada wartawan, Sabtu (18/4).




Dalam wawancara terpisah, Pakar Lingkungan di Universitas Eleven March (UNS) Solo, Prabang Setyono, membenarkan bahwa kemunculan cacing itu bukan dari desinfektan yang kemudian disemprotkan di berbagai sudut pandemi Corona atau pandemi COVID-19.


"Kecuali jika disinfektan disemprotkan pada satu titik dalam jumlah besar, itu akan segera keluar. Tetapi ini terjadi di banyak tempat, jadi saya rasa tidak," kata Prabang kepada wartawan, kemarin.


Menurutnya, cacing akan muncul secara alami dari tanah jika terjadi perubahan drastis pada kondisi tanah. Dia mengatakan acara kali ini berbeda dari yang sebelumnya.


Dia benar-benar melihat peristiwa itu sebagai tidak logis ketika datang ke fenomena gunung berapi aktif pada saat yang sama. Namun demikian. dia mengaku tidak melakukan investigasi mendalam. (sec.com/articles original)





Penjelasan Pakar tentang Fenomena Cacing Berlanjut Di Luar Negeri

Dari Sabtu (4/4/2020) pagi hingga siang hari, cacing itu berhenti mendarat di Pasar Gede Solo di Jawa Tengah. Munculnya cacing dianggap aneh karena jumlahnya banyak.

Pakar lingkungan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prabang Setyono mengatakan, kemunculan cacing dari tanah memang banyak karena fenomena alam.

"Habitat cacing berada dalam agregat tanah. Jadi mereka bisa menjadi tempat pertama untuk perubahan kelembaban yang drastis. Biasanya tanah berubah dari hujan menjadi kering, biasanya," kata Prabang saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

"Dalam panas biasanya kelembaban bisa dikurangi dengan jelas. Biasanya cacing perlu keluar untuk mencari perlindungan," tambahnya.

Prabang menjelaskan bahwa munculnya cacing dari tanah tidak hanya terjadi di Solo, tetapi juga terjadi di beberapa daerah.

Menurutnya, tahun lalu, fenomena cacing yang keluar dari tanah tidak sama dengan tahun ini.

"Saya juga terkejut bagaimana ini didistribusikan. Saya pikir tahun ini ada sedikit anomali. Mungkin ada dinamika suhu tanah dari dalam. Ini cukup logis.

Sebelumnya dilaporkan, cacing besar keluar dari tanah di Pasar Gede Solo di Jawa Tengah pada Sabtu pagi.

Seorang pedagang daging di Pasar Gede, kata Marsono, seekor cacing keluar dari sebuah taman di sekitar pasar pada pukul 5:30 sore. Saat dikumpulkan, jumlah cacing bisa mencapai satu ember.

Begitu banyak sehingga cacing yang keluar dari tanah menyebar ke pejalan kaki dan jalan.

Hingga tengah hari, cacing-cacing terus keluar dari tanah meski ukurannya tidak sebesar sebelumnya. (kompas / artikel asli)

[ad_2]

Source link