Gubernur Jawa Barat mengatakan persiapan PSBB Bandung Raya telah 100 persen

Gubernur Jabar sebut persiapan PSBB Bandung Raya sudah 100 persen

[ad_1]

Jadi Bandung Raya belajar dari Jakarta, belajar dari penilaian Bodebek, sehingga bisa menghasilkan PSBB terbaik

Bandung (ANTARA) – Gubernur Jawa Barat (Jawa Barat) M Ridwan Kamil (Kang Emil) mengatakan bahwa persiapan untuk pelaksanaan Batasan Sosial Skala Besar (PSBB) di wilayah Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kota Hyderabad, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang adalah 100 persen.

Petugas dari polisi dan militer juga telah mendirikan pusat keamanan. Serta bantuan sosial $ 500k dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) yang telah mulai disalurkan untuk dampak sosial dan ekonomi dari pandemi COVID-19.

"Bapak Polisi (Jawa Barat), Komandan Angkatan Darat III / Komandan, dan pangkat di lima wilayah Bandung Raya telah menyiapkan titik-titik keamanan, kemudian persiapan untuk penegakan disipliner bagi para pelanggar," kata Kang Emil setelah menghadiri Rapat Gugus Tugas Kecelakaan COVID -19 Barat, di Markas Besar Angkatan Darat III / GW, Kota Bandung, Senin.
Baca juga: PSBB Bandung Raya harus disertai dengan kepatuhan warga negara

"Sebelumnya, saya menyampaikan bahwa penilaian Bodebek ini harus ditingkatkan dan hasilnya dibuat menjadi prosedur operasi standar (SOP) untuk prosedur Polisi Jawa Barat. Sehingga Bandung Raya dapat belajar dari Jakarta, belajar dari penilaian Bodebek, sehingga dapat menghasilkan PSBB terbaik," katanya.

Kang Emil mengatakan implementasi PSBB Bandung Raya akan disertai dengan konsistensi tes diagnostik cepat (RDT). Dengan demikian, uji coba skala besar dapat mendukung keberhasilan PSBB Bandung Raya karena tujuan pembatasan sosial adalah untuk memutuskan transmisi, pengobatan dan pengobatan pasien COVID-19.

"Keberhasilan PSBB adalah menggunakan pengujian skala besar secara bersamaan, sehingga menghasilkan peta distribusi yang dapat dikelola.

Sebagai hasil dari hasil tes cepat, menurut Kang Emil, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan tes dengan memeriksa teknik reaksi berantai polimerase (reaksi berantai polimerase(PCR) untuk populasi yang menunjukkan COVID-19 positif.

"Karena kami memiliki kemampuan untuk melompat dari 140 sampel sehari menjadi 2.000 sampel sehari, kami akan mengintensifkan tes usap ini di zona PSBB di 10 kota / kabupaten," katanya.
Baca juga: Parlemen Jawa Barat mendukung penangguhan sementara KRL

Menurut Kang Emil, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berusaha untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19 dengan menambahkan 71 rumah sakit rujukan, dengan total 105 rumah sakit rujukan yang tersebar di seluruh Jawa Barat. Selain itu, beberapa pemerintah kabupaten / kota di Jawa Barat telah mengubah bangunan dan stadion menjadi ruang isolasi.

"Saya melaporkan bahwa, selain pasien rumah sakit COVID-19, mereka telah pindah ke non-rumah sakit. Salah satunya adalah BPSDM Cimahi, kemudian di Bekasi, Bekasi, dan di tempat lain. Dan ini menunjukkan bahwa kami terus melakukan persiapan terkait dengan apa yang kami kategorikan . "
Baca juga: Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendistribusikan 5.000 paket bantuan sosial terkait dengan PSBB Bodebek

Penyiar: Ajra Sudrajat
Editor: Budimanantoso Budiman
HAK CIPTA © Antara 2020

[ad_2]

Source link