Gubernur Lampung menyerahkan Kartu Kerja Program Asimilasi Kemenkumham

<pre><pre>Gubernur Lampung menyerahkan Kartu Kerja Program Asimilasi Kemenkumham

[ad_1]

Newslampungterkini.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi secara simbolis menyerahkan bukti penerima Kartu Asumsi dan Integrasi Kartu Asisten dan Kartu Integrasi (Kemenkumham) Kartu Pra-Kerja di Kantor Regional Kemenkumham Lampung. Jumat (4/4/2020)

Pada fase pertama ini, total 50 mantan tahanan menerima Kartu Kerja yang merupakan Program Pemerintah Pusat. Program ini pertama kali di Indonesia dimulai oleh Gubernur Arinal.

"Saya dan Kantor Distrik Kemenkumham mengambil langkah untuk membantu mereka yang telah kembali dengan keluarga mereka untuk mendapatkan bantuan dengan Kartu Kerja," kata Gubernur Arinal.

Arinal mengatakan bahwa fasilitas akan menerima dari penerima Kartu Karyawan yang akan menerima Rp. 600.000 / bulan selama 4 bulan dan mengikuti pelatihan kerja dengan uang pelatihan.

Ia berharap program ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan sangat terampil. "Diharapkan bahwa fasilitas yang disediakan dari Kartu Kerja ini dapat digunakan secara efektif dan produktif," katanya.

Arinal mengatakan mereka yang berasimilasi dan berintegrasi, dapat menggunakan Program Kartu Pra-kerja dan menjalankan PHBS (Perilaku Bersih dan Sehat).

"Melakukan swa-monitor (swa-monitor), isolasi (karantina gratis jika sakit) dan menjaga jarak sosial dengan menjaga jarak, menghindari orang dan mungkin tinggal di rumah," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Lampung Kemenkumham Nofli mengatakan untuk Wilayah Provinsi Lampung, dari 1 April 2020 hingga saat ini 1.646 tahanan dan anak-anak telah dibebaskan untuk asimilasi dan integrasi.

Nofli mengatakan kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. 10 tahun 2020 tentang Penyediaan Hak Asimilasi dan Integrasi untuk Narapidana dan Anak-anak dalam Konteks Pencegahan dan Terhadap Distribusi Covid-19.

"Untuk mencegah dan memerangi penyebaran Covid-19, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah mengeluarkan kebijakan khusus untuk menyediakan Asimilasi dan Integrasi untuk Tahanan dan Anak-anak," kata Nofli.

Nofli mengatakan bahwa selain tahanan yang berasimilasi dan terintegrasi untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19, ada juga 3.220 Pelanggan Penjara (Tahanan yang menerima program PB, CB, CMB sebelum Covid-19).

"Harapan kami adalah bahwa Gubernur Klien Lembaga Pemasyarakatan yang telah menerima program PB, CB, CMB juga akan memiliki Program Kartu Pra-kerja di masa depan," katanya.

Kepala Kantor Sumber Daya Manusia Provinsi Lampung, Lukmansyah, mengatakan bahwa fasilitas yang akan ditawarkan dalam program Kartu Pra-Kerja adalah pelatihan online, insentif 4 bulan dan ulasan di tempat kerja.

"Setelah dilatih mereka juga akan mendapatkan pekerjaan. Pelatihan itu sendiri tergantung pada minat mereka," kata Lukmansyah.

Lukmansyah menyebutkan bahwa ada beberapa skema bagi seseorang untuk mendapatkan Kartu Kerja.

"Kami akan memasukkan mantan tahanan ini ke dalam skema pencarian kerja. Penerima kartu pra-kerja setelah disertifikasi oleh pusat, kami baru saja menyerahkannya," katanya.

(Dms / Adpim)

[ad_2]

Source link