Gudang Makanan Pionir di Desa Arab

<pre><pre>Gudang Makanan Pionir di Desa Arab

[ad_1]

Ada sesuatu yang baru di bumi ini. Segala sesuatu yang ada saat ini, telah ada. Gudang menghilang
di daerah perkotaan, sekarang terlihat lagi di Jalan Crimson Sari, Desa Empang, salah satu daerah padat penduduk di selatan Kota Bogor.

Lima hari sebelum pelaksanaan blokade sosial skala besar (PSBB) di kota Bogor, warga mulai memobilisasi makanan dan makanan lainnya.

Mereka menyimpan makanan sebagai tindakan pencegahan jika horor 19 berlanjut. Distribusi ketersediaan
makanan disimpan dalam urutan di mana virus koroner paling terpapar. Misalnya, lebih baik bagi pekerja sehari-hari yang secara praktis kehilangan penghasilan, mereka yang diberhentikan, dan orang miskin.

Hati warga dan sukarelawan yang terlibat dalam berurusan dengan 19 teman di lapangan juga ditambahkan ke daftar penerima.

Kepala Desa Zamrud Hary Cahyadi mengatakan mesin makanan dibangun dari sejumlah pengusaha, perusahaan dan pedagang yang tinggal atau menyumbang ke desa mereka.

Setelah diskusi yang melibatkan kelompok pemuda, tokoh masyarakat, RT, RW, dan Muspika, disepakati bahwa bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk beras dan makanan.

Kejujuran masyarakat Desa Empang dihargai oleh banyak donor yang memberikan sumbangan. "Dari 10 April, jauh sebelum PSBB dilaksanakan, hingga saat ini, 1.000 kg beras dan 100 kotak beras disumbangkan segera. Tidak hanya pengusaha dan pedagang, tetapi juga RT, RW, dan penduduk setempat berkontribusi," kata Hary. .

Beras dan makanan akan diberikan dalam bentuk paket mentah untuk penduduk yang membutuhkan. Paket sudah disiapkan dan hanya perlu didistribusikan. Ini juga memiliki dapur umum.

Menurut data RW Coronation Alone Coronation, ada 1.500 keluarga yang ekonominya terpengaruh. Kemarin, RW Siaga Korona mulai membuka dapur umum. Pada saat yang sama juga datang bantuan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam bentuk 100 kg beras. (Dede Susianti / J-2)


[ad_2]

Source link