Hari Pertama PSBB Kabupaten Tangerang, 262 Warga Tewas Dengan Peringatan

Polisi memeriksa pengendara motor yang berboncengan di check point setelah pemberlakuan kebijakan PSBB di Tangerang Raya. ANTARA/ HO-Humas Polda Banten

[ad_1]

TEMPO.CO, Jakarta – Pada hari pertama Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang, sebanyak 262 warga menerima simpati.

Kepala polisi umum Banten K Pol Edy Sumardi mengatakan ratusan warga dimarahi ketika mereka diperiksa di enam pos pemeriksaan pada hari pertama PSBB di Kabupaten Tangerang. Mereka menerima simpati karena melanggar aturan atau hukum PSBB.

Selama implementasi PSBB di Kabupaten Tangerang pada hari pertama, jumlah kendaraan yang masuk dan keluar melalui 6 pos pemeriksaan tercatat 35.380 pintu keluar dan 37.835 kendaraan.

"Kemudian untuk upaya pencegahan COVID-19, ada 328 kegiatan," kata Komisaris Edy dalam siaran pers pada hari Minggu, 19 April 2020.

Pengemudi dan pengemudi PSBB umumnya tidak memakai topeng, melebihi jumlah maksimum penumpang per kendaraan dan mengangkut penumpang non-domestik.

"Pelanggaran yang ditemukan selama pelaksanaan PSBB oleh warga adalah karena mereka tidak memakai topeng, jumlah dan posisi konfigurasi orang di mobil dan pengendara sepeda motor dengan pekerjaan yang berbeda," kata Edy.

Bagi mereka yang melanggar dan mengabaikan aturan yang terkandung dalam implementasi PSBB Kabupaten Tangerang, mereka akan diberikan peringatan atau sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku, peraturan dan hukum lainnya.

"Penegakan hukum atau sanksi bagi pelanggar adalah solusi utama atau langkah terakhir setelah banding, pemogokan dan sebagainya," katanya.

PSBB secara formal dilaksanakan di Tangerang Raya yang mencakup Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang dari 18 April hingga 3 Mei 2020 dalam upaya mempercepat operasi COVID-19.

[ad_2]

Source link