Hasil Tinjauan SMRC: 77 Persen Komunitas Terancam Punah oleh Corona

https://media-origin.kompas.tv/library/image/thumbnail/1587209183470/1587209183470.a_374_217.jpg

[ad_1]

JAKARTA, KOMPAS.TV – Lembaga Penelitian dan Konsultasi (SMRC) menerbitkan hasil survei masyarakat Indonesia tentang efektivitas penerapan blokade sosial skala besar di PSBB dalam mencegah penyebaran virus koroner.

Akibatnya, mayoritas orang percaya bahwa implementasi CBES efektif.

Hasil survei SMRC yang dilakukan dari sembilan hingga 12 April 2020 menunjukkan bahwa 87,6 responden percaya bahwa PSBB efektif dalam mencegah penyebaran virus koroner di negara ini.

8,4 persen tidak percaya efektivitas CBDR dan sisanya atau 4 persen masyarakat tidak merespons.

SMRC mensurvei 1.200 responden yang dipilih secara acak dengan toleransi kesalahan survei sebesar 2,9 persen.

SMRC juga meninjau publik tentang kecepatan pemerintah pusat dalam menangani virus koroner.

Akibatnya, 52 persen orang berpikir pemerintah pusat cepat menangani koroner.

Sisanya 41 persen berpikir pemerintah pusat lambat menangani pandemi penobatan dan 7 persen tidak responsif.

Selanjutnya, survei tentang dampak pandemi koroner pada pendapatan masyarakat.

Akibatnya, 77 persen orang yang menilai pandemi koroner mengancam pendapatan mereka, dan 23 persen lainnya berpikir bahwa pandemi koroner tidak mengancam pendapatan mereka.

Pandemik koroner membuat sebagian besar penduduk tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar tanpa pinjaman, dan tabungan mereka berkurang dalam beberapa minggu.

[ad_2]

Source link