Ibadah Online di Rumah Sendiri, Keluarga Kristen di Cikarang Center Dibongkar & Dipaksa Dipecat oleh RT & H Mulyana

<pre><pre>Ibadah Online di Rumah Sendiri, Keluarga Kristen di Cikarang Center Dibongkar & Dipaksa Dipecat oleh RT & H Mulyana

[ad_1]

Ibadah Online di Rumah Sendiri, Keluarga Kristen di Cikarang Center Dibongkar & Dipaksa Dipecat oleh RT & H Mulyana
Popnesia, com – Salah satu pembaca setia Indonesiaiakininews.com baru saja menyampaikan berita memilukan dari sebuah keluarga Kristen di Bekasi Central District Distrik Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.


Kepada editor, pembaca Indonesia mengirim video yang memperlihatkan seorang pria berpakaian putih, mengenakan sarung tangan dan mengenakan topi hitam di rumah penduduk


Pria kulit putih itu sangat marah karena orang-orang yang telah ia kunjungi (secara kebetulan oleh orang Kristen) mengadakan Ibadah Online di rumahnya sendiri, mengingat musim Corona saat ini membuat keluarga mereka enggan meninggalkan rumah.


Namun, pria kulit putih itu masih tidak peduli dan terus marah ketika dia ada di sana dan meminta layanan hari Minggu online di rumah penduduk.


Sosok seorang pria berbaju putih, mengenakan jubah hitam dan kaus berkerudung di rumah seorang warga Kristen yang beribadah online tidak sendirian seperti yang terlihat oleh Indonesiakininews.com dalam sebuah video yang diposting oleh pembaca Indonesiainews.com


Dalam video itu, seorang pria kulit hitam dengan kumis terlibat dalam kerusuhan dan penyebaran layanan keagamaan online di rumah-rumah Kristen.


Berikut ini adalah kronologi lengkap yang disampaikan oleh anggota keluarga (Kristen) yang menjadi korban kemarahan RT dan H.Mulyana di Cikarang Tengah:

"Shalom, aku ingin berbagi teman ini", jadi malam ini sepupuku di Cikarang mengadakan layanan online, tetapi beberapa melarang ibadah sampai "sepupuku diusir meskipun itu adalah rumahnya sendiri, tolong doakan" teman "berkencan dengan sepupu dan keluargaku masih bagus.


Kronologi:


Kami dulu beribadah di rumah setelah insiden co-19, dan tentu saja keluarga inti, tentu saja, tetapi Pak Haji Mulyana dan RT tiba-tiba menjadi marah ketika membawa ku yu dan menghapuskan ibadah kami, karena kami tidak diperbolehkan beribadah di rumah , Saya membuat video langsung dari kejadian itu,


Kemudian dia pergi, kami hanya takut bahwa malam ini dia akan membawa massa (sekitar 12 tahun yang lalu rumah kami dihancurkan selama layanan pemanas rumah, dan diteror selama sebulan penuh di tengah malam, dan kami harus berjanji untuk tidak beribadah di rumah)


Tapi yang paling kami sesali adalah bahwa keluarga kami yang mencoba berpartisipasi dalam proposal pemerintah untuk beribadah di rumah (keluarga inti dan tidak mengundang siapa pun) masih mengganggu.


bisa dari pengibaran sebelumnya, namanya, Bpk .. H. Mulyana, Desa Rawasentul, rt.01, rw.04. Cikarang Pusat. "Itulah penjelasan keluarga yang menjadi korban kemarahan oleh Ketua RT, dibantu oleh H. Mulyana, seperti yang terlihat oleh Indonesiakininews.com dari akun Facebook Cristi Agya Veve pada hari Minggu pukul 16:00, 19/04/2020


Sampai berita ini diturunkan, posting video dari akun Facebook Cristi Agya Veve dibagikan 119 kali dan jumlahnya terus bertambah.


Tim Indonesiakininews.com secara tidak sengaja memposting video tentang apa yang terjadi pada keluarga Kristen di Cikarang, Bekasi, karena mengandung unsur kekerasan.


Oleh karena itu, jelas bagi mereka yang ingin tahu tentang video kekerasan yang dibuat oleh H. Mulyana dan Mr. RT untuk keluarga Kristen di Cikarang, Jakarta Pusat. Anda dapat terus mencari akun Facebook Cristi Agya Veve


Semoga kasus ini akan segera ditangani oleh pemerintah daerah dan aparat penegak hukum

Cakupan: Indonesiakininews.com

[ad_2]

Source link