Informasi terbaru dari Rombongan Polisi mati mendadak selama doa

<pre><pre>Informasi terbaru dari Rombongan Polisi mati mendadak selama doa

[ad_1]

Warga tewas saat melakukan sholat Jum'at di Masjid Al-Atieq di Desa Semplak Barat, Kabupaten Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (17/4/2020). Foto: Hubungan Masyarakat Antar Polisi / HO-PR Bogor

jpnn.com, BOGOR – Polisi mengatakan seorang warga yang meninggal mendadak saat shalat di Masjid Al-Atieq di Desa Semplak Barat, Kabupaten Kemang, Kabupaten Bogor pada Jumat (17/4) menyebabkan jemaah lain panik.

"Sementara itu, korban meninggal mendadak karena serangan jantung. Saat itu, pasien dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong," kata Kepala Polisi Kemang Bogor Agus Suyandi.

Menurutnya, untuk mengetahui penyebab kematian pria itu, tim medis melakukan tes sweeping pada tubuh korban. Karena kejadian itu mati secara tak terduga di tempat kejadian, karena korban diduga terinfeksi virus koroner COVID-19.

"Meski korban bukan warga Kemang, tetapi Kepolisian telah mengajukan banding sambil mencari kasus serupa, segera beri tahu mereka untuk ditindak," katanya.

Korban meninggal di babak kedua saat salat Jumat di jemaah di baris kedelapan. Pria berkemeja putih, jins, dan topi tengkorak bergaris tiba-tiba pingsan dan membuat panik jemaat lain.

"Kemudian sidang lain pindah dari korban, kemudian melaporkannya ke Gugus Tugas COVID-19 di Desa Semplak Barat dan kemudian melaporkannya ke Pusat Kesehatan Kabupaten Kemang," kata Agus Komposit.

Sementara itu, Sekretaris Negara Barat Asep mengatakan kaki dan tangan almarhum membiru seperti orang yang menderita penyakit jantung.

"Kondisinya mirip dengan jantung dan almarhum memiliki penyakit," kata Asep.

[ad_2]

Source link