Inggris Akan Menguji Korona Penyelamatan Darah karena Menyembuhkan dan Membeli Jutaan Pakaian Perlindungan Medis dari Tiongkok

semarak.co - Merupakan Portal Berita News Nasional Terkini, Terbaru dan Menyajikan Berita Paling Update Saat Ini.

[ad_1]

Pakar proses mengeluarkan darah Jenee Wilson berbicara dengan Melissa Cruz, seorang teknisi Unit Gawat Darurat Valley Medical Center yang pulih dari penyakit jantung koroner, ketika dia selesai menyumbangkan plasma di Pusat Donor Darah Pusat Seattle Northwest di Seattle, Washington, Amerika Serikat Jumat (4/4/2020), selama wabah COVID ke-19. Plasma yang pulih akan digunakan dalam penyelidikan kemungkinan perawatan untuk pasien virus koroner. Foto: indopos.com

Inggris sedang bersiap untuk mengumpulkan darah dari tipe baru virus koroner yang menyebabkan COVID-19 untuk menyelidiki kemungkinan menggunakan plasma mereka untuk membantu memulihkan pasien.

semarak.co – Penyedia layanan donor darah Inggris, seperti dikutip oleh Reuters, NHS Blood and Transplant akan siap untuk mengambil plasma darah. Juru bicara itu mengatakan saat ini sedang bekerja sama dengan pemerintah dan semua lembaga terkait untuk mendapatkan persetujuan sesegera mungkin.

"Kami mengantisipasi bahwa ini adalah awal dari tes sebagai kemungkinan pengobatan COVID-19. Jika disetujui, tes kemudian akan menyelidiki apakah transfusi plasma darah ke orang yang pulih meningkatkan kecepatan pemulihan dan peluang bertahan hidup pada pasien COVID-19," kata seorang juru bicara NHS Blood. dan Transplantasi.

Secara global, jenis baru virus koroner yang menyebabkan infeksi COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 2,4 juta orang di seluruh dunia, 629 ribu pasien telah pulih dan 165.000 telah meninggal.

Di tempat lain, Pemerintah Inggris telah membeli 25 juta pakaian pelindung medis dari Tiongkok dan mencari lebih banyak pasokan medis dari seluruh dunia.

Pemerintah melakukan hal itu setelah beberapa rumah sakit memperingatkan bahwa persediaan mereka hampir habis, Menteri Kebudayaan Oliver Dowden mengatakan, Senin (20/4/2020).

"Kami telah membeli 25 juta pakaian pelindung medis dari China, yang akan segera memasuki Inggris. Kami sedang berusaha mendapatkan pasokan (dari negara) di seluruh dunia," kata Dowden kepada LBC Radio.

Pemerintah Inggris juga mengatakan pihaknya memperkirakan 400.000 pakaian pelindung medis akan tiba dari Turki. Pakaian pelindung dikenakan oleh tenaga medis untuk melindungi mereka dari virus koroner baru saat bekerja di rumah sakit.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris menghadapi kritik keras dari dokter dan petugas kesehatan karena kurangnya peralatan perlindungan pribadi, termasuk masker, masker, dan pakaian pelindung.

Pemerintah juga telah dikritik karena menyarankan bahwa beberapa jenis alat pelindung diri (APD) mungkin perlu digunakan kembali jika persediaan habis.

Pemerintah Inggris dan agen-agen perdagangan mengutip persaingan untuk permintaan dari negara lain, yang juga dilanda krisis kesehatan global, sebagai alasan utama Inggris menderita dari APD yang rendah. Banyak barang APD umumnya dibeli dari Tiongkok. (bersih / lin)

[ad_2]

Source link