Inilah Cara Mudah Meninjau Coax-19 Hoax News

Begini Cara Simpel untuk Cek Kabar Hoaks Terkait Covid-19

[ad_1]

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Pendiri Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo) Harry Sufehmi menjelaskan betapa mudahnya bagi orang untuk mengetahui berita yang mereka terima dari orang lain atau sumber penipuan lainnya.

Menurut Harry, di Indonesia di mana komunitas mayoritas Muslim, pada kenyataannya, cara menekan diri mereka sendiri telah lama diperkenalkan oleh para sarjana, melalui tradisi hadis, ketika banyak tradisi palsu telah beredar.

"Pada dasarnya, mudah untuk berdebat atau mendeteksi penipuan, yang sanad dan materialistis. sangat jelas, jadi kami menganggap itu bohong untuk membuktikan sebaliknya, jadi aman, "katanya pada konferensi media cyber di Jakarta pada hari Sabtu.

Ketika datang ke konten atau konten berita, katanya, orang harus memeriksa apakah kontennya aneh atau tidak.



Jika ada konten berita yang ketika membaca konten segera membangkitkan emosi, kemarahan, kemarahan, atau bahkan ketakutan, dan mungkin bertentangan dengan apa yang telah banyak dilaporkan di media massa, katanya, itu harus diperiksa kebenarannya atau dianggap sebagai jangkar berita sampai terbukti sebaliknya.

"Jadi mengetahui apakah ini tipuan itu sederhana. Kami telah diajarkan dari zaman kuno, apakah sudah jelas, apa itu. Jadi, jika kita umat Islam dapat mengatasinya, kita sebenarnya dapat menghindari penipuan ini," kata Harry. .

Di tengah pandemi, fenomena infodemik juga terjadi sekarang karena banyak informasi yang salah pada topik COVID-19.

Harry mengatakan bahwa istilah infodemik saat ini sedang diluncurkan karena membantu memperburuk keadaan dan tidak membantu sama sekali.

"Infodemik ini bisa berakibat fatal, menyebabkan kematian. Misalnya, informasi tentang obat-obatan tetapi penipuan, jadi ceroboh jika terpapar, suka bawang putih, bahkan jika sudah bocor." Ini agak sulit karena wabahnya, jadi kami sangat menyesal, "katanya.

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengatakan bahwa hingga Jumat (17/4) malam ada 556 kebocoran. Mafindo melalui pemeriksa fakta secara khusus mencatat informasi dan informasi yang salah seputar COVID-19 untuk berita 301 hingga pukul 22:00 malam pada hari Jumat (17/4). (*)

[ad_2]

Source link