Inilah yang dikatakan Polisi tentang Pembubaran Ibadah Agama Online di Langit: Pengawas Okezone

<pre><pre>Inilah yang dikatakan Polisi tentang Pembubaran Ibadah Agama Online di Langit: Pengawas Okezone

[ad_1]

SANGAT BAIK – Baru-baru ini media sosial dan warga Cikarang, Jawa Barat dikejutkan oleh pembubaran layanan ibadah online di salah satu daerah di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Pembubaran ibadah online terjadi di salah satu rumah non-Muslim yang tinggal di Kampung Rawa Sentul, RT 01/04, Desa Jayamukti, Kabupaten Cikarang Tengah.

Video itu diposting oleh anggota keluarga yang tidak menerimanya selama ibadah yang diberhentikan oleh tokoh masyarakat setempat dengan cara yang tidak etis.

Dalam video 32 detik yang diunggah oleh akun Instagram @arionsihombing, dua pria mendatangi rumah seorang warga.

Masih dalam video itu, seorang pria berjaket putih lengan panjang lengkap dengan topi dan sarung tangan tampak marah dan melarang beribadah, dengan mengatakan dia tidak takut dilaporkan ke pihak berwenang karena kesombongannya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Polisi Kabupaten Bekasi Komisaris Hendra Gunawan mengatakan insiden itu didasarkan pada kesalahpahaman.

"Ada miskomunikasi antara keduanya. Haji Mulyana dan Pak RT salah paham, jika Pak Jamin mungkin kurang komunikasi. Ini artinya ada komunikasi dan koordinasi yang kurang baik di antara mereka," kata Hendra, Senin (20/4/2020).

Untuk kejadian itu, dia telah menjadi penengah. Termasuk kehadiran oleh pihak yang bertanggung jawab atas kesalahpahaman.

"Adapun perjanjian, kita sebagai mediator tidak mengganggu keputusan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Mereka berbagi perasaan mereka dan dari sana akar masalahnya adalah kurangnya komunikasi," katanya.

Melalui mediasi, katanya, disepakati bahwa kedua belah pihak akan meningkatkan komunikasi, koordinasi dan toleransi antara umat beragama, terutama dalam hal melakukan ibadah mereka sendiri.

"Kedua belah pihak sepakat pada tiga hal ini dan mengklaim mereka tidak akan pergi ke hukum. Jelas melalui kesepakatan bersama," katanya.

Baca juga: Pemerintah mendistribusikan Bantuan Pangan Dasar kepada 1,9 Juta Rumah Tangga di Jabodetabek

Dia meminta masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menjaga toleransi di antara komunitas agama, sementara pada saat yang sama mematuhi semua kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah selama pelaksanaan blokade sosial skala besar (PSBB).

"Kuncinya adalah komunikasi, koordinasi dan toleransi dan kepatuhan terhadap rekomendasi pemerintah selama koroner," katanya.

(atas)

[ad_2]

Source link