Institusinya dituduh sebagai biang keladi dari Wabah Covid ke-19, kata Direktur Laboratorium Wuhan

<pre><pre>Institusinya dituduh sebagai biang keladi dari Wabah Covid ke-19, kata Direktur Laboratorium Wuhan

[ad_1]

WUHAN, iNews.id – Amerika Serikat berulang kali menuduh Tiongkok sebagai biang keladi virus koroner (Covid-19). Negara Paman Sam mencurigai ada peran lab di Institut Virologi Wuhan meskipun ada virus baru.

Namun, laboratorium dengan tingkat keamanan tertinggi (P4) sangat menolak permintaan AS. Yuan Zhiming, direktur lab, menuduh Washington berpikir bahwa itu tidak mungkin.

Dalam beberapa tahun terakhir, Cina berada di bawah tekanan yang meningkat dari Barat atas transparansi negara-negara buta bambu dalam menangani wabah Covid-19. AS juga sedang menyelidiki apakah virus itu sebenarnya berasal dari laboratorium P4 di Wuhan, kota kelahiran wabah Covid ke-19.

Sebelumnya, para ilmuwan Cina telah berulang kali mengklaim bahwa virus itu mungkin menyebar dari hewan ke manusia di pasar yang menjual hewan liar di Wuhan. Namun, keberadaan laboratorium P4 di kota telah memicu teori konspirasi bahwa jenis kuman baru telah menyebar dari Institut Virologi Wuhan yang berpotensi menangani virus berbahaya.

Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah yang diterbitkan Sabtu (18/4/2020) kemarin, Yuan Zhiming mengatakan tuduhan AS tidak berdasar. "Tidak mungkin virus ini berasal dari kita," katanya AFP.

Dia juga memiliki argumen untuk menolak klaim AS. Salah satunya, tidak ada staf laboratoriumnya yang terinfeksi Covid-19. "Semua lembaga sedang melakukan penelitian di berbagai bidang yang berkaitan dengan virus koroner, termasuk kami," katanya kepada stasiun televisi berbahasa Inggris CGTN.

Pada bulan Februari, Institut Virologi Wuhan juga menolak teori konspirasi yang diinformasikan oleh AS. Yuan Zhiming mengatakan, pihaknya bahkan telah berbagi informasi tentang virus patogen dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal Januari, sebelum AS menuduh Cina sebagai wabah.

Laporan yang dilaporkan oleh Washington Post dan Fox News mengutip sumber anonim yang menyuarakan kekhawatiran bahwa virus koroner mungkin disebarkan oleh Laboratorium Lembaga Virologi Wuhan. Yuan juga memastikan bahwa laporan yang diterbitkan oleh media sepenuhnya spekulatif dan jauh dari ilmiah.

Pihak berwenang di Wuhan awalnya berusaha untuk menutupi informasi tentang wabah, yang mengarah ke pertanyaan tentang penghitungan resmi kasus infeksi yang terinfeksi Cina. Pemerintah komunis telah berulang kali mengubah kriteria penghitungannya pada puncak wabah ini.

Minggu ini, pemerintah kota telah mengakui kesalahan menghitung kematian Covid-19 dan tiba-tiba meningkat menjadi 50 persen.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

[ad_2]

Source link