Jadikan Hoshi Yuk, nasi gaya Jepang yang bisa bertahan 20 tahun

Bikin Hoshi Yuk, Nasi ala Jepang yang Bisa Awet 20 Tahun

[ad_1]

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Jepang dikenal inovatif dalam segala hal. Tetapi mereka juga tidak ragu untuk menikmati resep tradisional mereka saat ini.

Salah satu resep yang muncul dalam pikiran untuk kustomisasi adalah resep hoshi atau kareii. Secara harfiah diterjemahkan sebagai nasi kering. Makanan ini dapat digunakan sebagai salah satu makanan di arteri koroner.

Makanan ini adalah pemimpin nasi instan modern. Makanan ini digunakan oleh wisatawan, ninja, dan samurai yang tidak tahu apa-apa tentang pendinginan, konon memiliki usia harapan hidup 20 tahun.

Proses pembuatannya juga tidak sulit. Awalnya nasi ini harus dimasak seperti biasa. Setelah dimasak, nasi dicuci untuk menghilangkan sisa pati yang lengket.



Beras itu kemudian ditempatkan di atas nampan dan dikeringkan dalam oven pada suhu 100-110 derajat Celcius selama satu setengah jam.

Dalam percobaan yang dilakukan oleh Sora 24 pada 2017. Tak lama setelah itu dibuat, beras kering segera terhidrasi dan secara alami kembali ke bentuk normal.

Pada bulan Maret 2020, tiga tahun setelah penyimpanan, beras kering diuji kembali. Hoshi atau nasi kering 'dicampur' atau diberi air panas dan diamkan selama setengah jam. Hoshi kembali seperti semangkuk nasi biasa. Tentu saja rasanya tidak seperti nasi yang baru dimasak tetapi rasanya juga tidak enak.

Dapat digunakan seperti nasi biasa, dimasak menjadi risotto atau sup atau dibumbui dan disajikan dengan bumbu ringan.

Orang Indonesia mungkin akrab dengan ini. Sepintas menyerupai kue beras. Hanya ada beberapa perbedaan, salah satunya adalah nasi wortel Indonesia yang terbuat dari nasi sisa yang dimasak dalam wajan atau dalam wadah ajaib atau nasi yang tersisa.

Juga, nasi tidak dipanggang dalam oven tetapi dikeringkan di atas atap dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah kering, beras kelapa tidak lagi diolah menjadi beras lunak tetapi digoreng tipis menjadi kerupuk nasi kelapa. (*)

[ad_2]

Source link