Jawa Timur Menyediakan Makanan Gratis untuk Pekerja Non-Formal

Logo Aksi Cepat Tanggap (ACT). ACT beri makanan gratis melalui program pangan gratis.

[ad_1]

Program makan gratis bertujuan untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Organisasi Aksi Kemanusiaan Jawa Timur (ACT) bermitra dengan Soto Holy Shop Surabaya (Sodus), yang menyediakan makanan gratis untuk pekerja tidak resmi melalui program operasi makanan gratis karena penyebaran virus koroner atau Covid-19.

Tim Program ACT Jawa Timur Mashudidi Surabaya, Minggu (19/4) mengatakan operasi makan gratis adalah program yang bertujuan membantu memutar roda ekonomi UMKM.

"Tujuannya adalah untuk membantu memberi makan orang-orang kurang mampu yang masih harus pindah dari rumah untuk mencari nafkah," katanya.

Dia mengatakan dia menyediakan sekitar 50-100 bungkus makanan setiap hari dengan pasangan yang berputar. "Ini hanya untuk menghidupkan kembali ekonomi bisnis kecil, dan untuk menyediakan paket makanan bagi orang-orang yang terpaksa tinggal di rumah karena mereka harus mencari nafkah. Kami mendukung perjuangan mereka," kata Mashudi

Dia mengatakan operasi makanan gratis telah berlangsung selama sepekan terakhir bekerja sama dengan mitra untuk membantu roda ekonomi mitra UMKM serta membantu orang-orang yang membutuhkan makanan.

"Antusiasme penerima juga terlihat ketika mereka menerima paket makanan gratis dari ACT," katanya.

Sementara itu, Ferry, salah satu pengemudi ojek di jaringan, mengatakan dia bersyukur mendapatkan makanan gratis ini.

"Terima kasih SEBENARNYA, dengan paket makanan ini setidaknya saya bisa menghemat uang untuk makanan nanti," katanya.

Sementara itu, Atma Wardhana, pemilik restoran Sodus, mengatakan bahwa dengan berbagai pertimbangan memutuskan bahwa restoran akan terus beroperasi sesuai dengan protokol pencegahan COVID-19.

"Kami tetap terbuka untuk protokol COVID-19, termasuk mengatur jarak antara meja dan kami menyediakan peralatan mencuci tangan, dan kami terus-menerus mempromosikan pembelian untuk dibawa kembali demi keselamatan bersama," katanya.

Dia mengakui bahwa dampak ekonomi pengusaha UMKM di Surabaya dirasakan karena Corona. Panggilan untuk pembatasan sosial mengurangi volume penjualan. Banyak yang terpaksa menutup bisnis mereka dan memberhentikan pekerja.

"Kami memutuskan untuk tetap terbuka dengan prioritas menjual bungkus makanan agar karyawan tidak pulang," katanya.

Dalam program bersama Save the Nation, ACT Jawa Timur berkomitmen untuk terus bekerja dengan masyarakat untuk mengatasi dampak sosial-ekonomi COVID-19.

Partisipasi dan solidaritas masyarakat adalah kunci untuk mengatasi wabah ini. Masyarakat dapat terus berpartisipasi dengan memberikan bantuan terbaik melalui surabaya.indonesiadermawan.id, atau melalui Pos Oposisi Corona di Kantor ACT di Jawa Timur, Jl. Pantai Barat X No. 41, Surabaya.

sumber: perantara

[ad_2]

Source link