Jika Bersalah, Belva Harus Menerima Tantangan Bhima

<pre><pre>Program Pra-Kerja yang Diduga Memberikan Manfaat di Tengah Penderitaan Orang

[ad_1]

Eramuslim.com – Tantangan ekonom muda Bhima Yudhistira kepada Staf Khusus Joko Widodo (Stafsus), Adamas Belva Syah Devara untuk berdebat adalah hal yang positif.

Selain itu, kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, debat tentang Kartu Pra-Pendudukan diduga telah disalahgunakan oleh Belva Devara.

Pemilik perusahaan Ruang Guru, lanjut Ujang, dapat menggunakan debat untuk memperbaiki debat yang sedang berlangsung.

Jika Anda tidak merasa bersalah dan tidak ada apa pun di balik penunjukan Kamar Guru sebagai pemohon Kartu Pelamar, maka Belva harus cukup berani untuk menerima tawaran debat terbuka.

"Agar publik mengetahui bahwa apa yang telah dilakukan Belva telah menjadikan perusahaannya pekerja online dengan pelatihan Kartu Pra-Kerja, dapat dipertanggungjawabkan secara luas kepada publik," katanya kepada Badan Berita Politik RMOL, Minggu (19/4).

Selain itu, Ujang menduga ada banyak hal yang dicakup oleh istana. Apa pun alasannya, katanya, staf presiden atau pejabat negara atau orang-orang di lingkaran presiden, pada kenyataannya, tidak dapat mengambil proyek dari pemerintah.

Apalagi dengan menggunakan perusahaan swasta, "goda Ujang. (Rmol)

[ad_2]

Source link