Jumlah penumpang di kereta antar kota terbatas hingga 65% dari total kursi: Ekonomi Hukum

<pre><pre>Jumlah penumpang di kereta antar kota terbatas hingga 65% dari total kursi: Ekonomi Hukum

[ad_1]

JAKARTA – Direktorat Jenderal Kereta Api mengeluarkan Nomor Presiden Hk.205 / A.107 / DJKA / 20, Tentang Pedoman Membatasi Jumlah Penumpang di Fasilitas Kereta Api untuk Mencegah Penyebaran Penyakit Virus Corona 2019 (covid-19). Untuk Kereta antar kota jumlah maksimum penumpang adalah 65% dari jumlah total kursi,

Kemudian di kereta kota maksimum 35% dari kapasitas penumpang serta kereta lokal, Prameks dan Bandara melatih maksimum 50% dari total kursi dan tidak ada yang bisa berdiri, semua menggunakan jarak fisik.

Juga Baca: Penumpang Kereta Terbatas untuk Mencegah Covid-19

"Penumpang juga diminta untuk mematuhi SOP sejak persiapan perjalanan, selama perjalanan dan tiba di tujuan, seperti diharuskan memakai topeng, memeriksa suhu tubuh sebelum memasuki platform, menjaga jarak selama perjalanan, dan disarankan untuk mencuci tangan ketika tiba di tujuan," katanya. Direktur Jenderal Kementerian Kereta Api Zulfikri dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2020).

Sedangkan untuk KRL di Jabodetabek yang ditunjuk oleh PSBB, pelaksanaannya tidak terbatas, tidak secara khusus dilarang atau dilarang untuk melayani kegiatan dan pekerjaan yang dikecualikan selama PSBB.

Apa yang akan dilakukan adalah membatasi jumlah penumpang untuk menjaga jarak (Jarak Fisik), membatasi jam operasional dengan terus menegakkan protokol kesehatan yang ketat dan menempatkan personel yang mengawasi implementasi jarak fisik.

Ini juga akan mengevaluasi operasi transportasi KRL Jabodetabek dari waktu ke waktu. Upaya juga akan dilakukan untuk mendukung pencegahan bersama19 seperti teknik operasi, kontrol belok di stasiun yang sibuk dan menjaga jarak fisik.


[ad_2]

Source link