Jusuf Kalla Menyebut Pemerintah Tangguh & Lambat Untuk Mengatasi Wabah Corona

<pre><pre>Jusuf Kalla Menyebut Pemerintah Tangguh & Lambat Untuk Mengatasi Wabah Corona

[ad_1]

Eramuslim – Kepala Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla alias JK mengatakan bahwa pemerintah harus memilih antara kesehatan atau sosial-ekonomi dalam mengadopsi kebijakan tentang berurusan dengan Virus Corona alias Covid-19. Kebijakan pemerintah yang ketat harus diadopsi meskipun akan mempengaruhi perekonomian.

"Tentu saja, ini adalah pilihan yang sulit. Yang pasti, itu akan berdampak pada perekonomian. Jika agak longgar, ekonomi akan lebih lambat, tetapi ini akan memperpanjang masalah," kata Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 dalam diskusi online, Minggu, 19 April 2020. "Jalan mana yang menjadi lebih cepat, lebih cepat atau lebih besar di Amerika Serikat, Italia, dan Spanyol berada dalam kebuntuan."

JK memperingatkan bahwa semakin cepat pemerintah mempercepat wabah, penyebaran dan korban akan meningkat. Meskipun sekarang wabah penyakit ini sudah mulai melambat daripada pada awal penyebarannya. "Awalnya kenaikan itu 20 persen sehari, sekarang di bawah 10 persen. Jika Anda tidak mengambil tindakan cepat, jumlah ini bisa mencapai ratusan ribu."



Oleh karena itu, JK mendesak pemerintah untuk tetap teguh meski menghadapi risiko sosial ekonomi. "Anda mengambil risiko kesehatan atau sosial-ekonomi," katanya.

Dia mengatakan bahwa kesehatan masyarakat tidak tergantikan, sementara masalah sosial-ekonomi dapat diatasi misalnya dengan bantuan sosial atau insentif. Dua hal, menurut JK, harus dipilih dan tidak semua bisa dicapai.

JK sebelumnya menganggap pemerintah sebagai tidak tepat dan tegas dalam menangani wabah Virus Corona. Ini tercermin dalam sejumlah kebijakan yang tidak mengurangi penyebaran penyakit.

"Misalnya PSBB (Skala Sosial Skala Besar) terjadi tetapi kota tetap normal dan ramai, yang berarti jaraknya sulit dikendalikan, sehingga kebijakannya masih membingungkan, ini membutuhkan resolusi," katanya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

[ad_2]

Source link