Kasus baru Covid-19 di Arab Saudi meningkat menjadi 1.132 sehari, Mekah Tertinggi

<pre><pre>Kasus baru Covid-19 di Arab Saudi meningkat menjadi 1.132 sehari, Mekah Tertinggi

[ad_1]

RIYADH, iNews.id – Arab Saudi pada Sabtu (4/4/2020) pada hari Rabu mencatat peningkatan tajam 1.132 kasus baru infeksi virus koroner (Covid-19) selama 24 jam terakhir. Omong-omong, saat ini ada 8.274 infeksi Covid-19 secara nasional.

Dikutip Berita SaudiKementerian Kesehatan Arab Saudi (Kemenkes) juga telah mencatat lima pasien Covid-19 yang meninggal dalam 24 jam terakhir. Ngomong-ngomong, sekarang ada total 92 kematian akibat penyakit jantung koroner di kerajaan itu.

Pada konferensi pers pada hari Sabtu, juru bicara Kementerian Kesehatan Dr Muhammad al-Abdel Ali mengatakan seorang warga negara Saudi berusia 34 tahun adalah salah satu yang terakhir meninggal karena virus itu. Dengan demikian, empat warga lanjut usia (non-Arab), berusia 45 hingga 80, meninggal.

Sejauh ini, ada 280 pasien di Arab Saudi yang telah sembuh dari infeksi Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Dengan begitu, sekarang ada 1.329 pasien yang pulih dari wabah.

Seorang juru bicara Kementerian Kesehatan mengatakan peningkatan jumlah kasus virus koroner diperoleh setelah pemerintah melakukan pengujian intensif di semua bagian Kerajaan Arab Saudi. Sekitar 79 persen dari kasus baru dicatat melalui tes besar-besaran yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan.

Tim medis mengunjungi sejumlah besar area perumahan untuk mencari populasi yang terpajan Covid-19, menurut Saudi Press Agency (SPA).

Kota Mekah mencatat jumlah infeksi tertinggi (315 kasus), diikuti oleh Jeddah (236 kasus), Riyadh (225 kasus), Madinah (186 kasus), dan Dammam (88 kasus). Selain itu, ada 27 kasus di Jubail, Tabu (13 kasus), Taif (10 kasus), Dhahran (6 kasus), dan Buraidah (5 kasus).

Selain itu, ada empat kasus di al-Khobar dan Qunfudah, masing-masing dua di Mushayt dan Thuraiban Kamis, dan masing-masing satu di Unaizah, Jazan, Bukariyah, Salam, dan Jubail.

Tim medis secara aktif menyelidiki virus koroner di Mekah dan Madinah, menurut Kementerian Kesehatan. Pemerintah telah mencatat lebih banyak kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di daerah padat penduduk, termasuk jumlah pekerja yang tinggi.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

[ad_2]

Source link