Kasus Baru Dinyatakan pada Nomor 185 dari 327 pada hari Minggu, Ini adalah Prosedur Fungsi Tubuh Virus Corona

semarak.co - Merupakan Portal Berita News Nasional Terkini, Terbaru dan Menyajikan Berita Paling Update Saat Ini.

[ad_1]

Juru Bicara Pemerintah dalam Menangani Virus Corona Achmad Yurianto dalam siaran pers. Foto: internet

Satuan Tugas COVID-19 tentang Kecepatan Penanganan mencatat sejumlah positif COVID-19 di Indonesia dengan total 6.760 kasus pada Senin (20/4/2020), dengan penurunan dalam kasus baru dibandingkan dengan hari sebelumnya. Konfirmasi positif dari inklusi koronal baru dari 185 kasus dari Minggu lalu (19/4/2020) adalah 327 pasien.

semarak.co – Juru Bicara Pemerintah untuk Mengatasi COVID-19 Achmad Yurianto mengutip, ketika pasien pulih lebih banyak menjadi 747 dari 61 orang. Sementara mereka yang meninggal sedikit mati, 8 orang menjadi 590.

"Jumlah kasus baru yang ditambahkan pada Senin (20/4/2020) turun dibandingkan dengan minggu sebelumnya (19/4/2020) dari 327 kasus sehari. Mari kita berperan aktif dalam memutus rantai transmisi, memastikan kita tidak menyebar dan tidak terinfeksi, "Achmad Yurianto mengatakan pada konferensi media tentang Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta Pusat, Senin (20/4/2020).

Sebelumnya pada Minggu (19/4/2020), ada 6.575 kasus positif COVID-19, 686 pulih dan 582 meninggal. Data tersebut direkam mulai Minggu (4/4/2020) mulai pukul 12.00 Indonesia Barat, hingga Senin (20/4/2020), pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat.

Menambahkan 79 kasus positif baru di Jakarta, lima kasus di Bali, Banten 29 kasus, DIY dua kasus, Jawa Barat 25 kasus, Jawa Tengah tiga kasus, Kalimantan Timur empat kasus, Kalimantan Tengah 14 kasus, Kalimantan Utara lima kasus, NTB 11 kasus kasus, Sumatera Barat dua kasus, dan Riau empat kasus.

Sementara itu, 21 daerah lain belum mendaftarkan kasus baru. Satuan Tugas merinci data kumulatif positif COVID-19 di Indonesia, yaitu di Provinsi Aceh tujuh kasus, Bali 140 kasus, Banten 341 kasus, Bangka Belitung tujuh kasus, Bengkulu empat kasus, Yogyakarta 69 kasus, DKI Jakarta 3.097 kasus.

Selanjutnya, di Jambi delapan kasus, Jawa Barat 747 kasus, Jawa Tengah 351 kasus, Jawa Timur 590 kasus, Kalimantan Barat 21 kasus, Kalimantan Timur 63 kasus, Kalimantan Tengah 60 kasus, Kalimantan Selatan 96 kasus dan Kalimantan Utara 74 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 79 kasus, NTB 72 kasus, Sumatera Selatan 89 kasus, Sumatera Barat 74 kasus, Sulawesi Utara 20 kasus, Sumatera Utara 83 kasus, Sulawesi Tenggara 37 kasus.

Selain itu, 370 kasus tercatat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah 27 kasus, Lampung 26 kasus, Riau 34 kasus, Maluku Utara empat kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat tujuh kasus, Papua 107 kasus, Sulawesi Barat tujuh kasus, NTT satu kasus, dan empat kasus positif di Gorontalo.

Satuan Tugas Penanganan Virus Corona (COVID-19) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menjelaskan masalah proses pemakaman dengan protokol COVID-19.

"Jumlah pasien COVID-19 yang mati dimakamkan oleh COVID, karena mereka belum diuji atau hasilnya belum dirilis, sehingga semua pasien COVID masih dimakamkan oleh COVID," kata Doni Monardo di kantornya di Jakarta Pusat, Senin (20/4) / 2020) .

Doni menyampaikan ini setelah menghadiri pertemuan terbatas dengan tema Laporan Satuan Tugas COVID-19 yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi video di Istana Merdeka. "Ini berarti bahwa semua pasien dimakamkan oleh COVID, sampai hasil akhir keluar, dapat disimpulkan bahwa tubuh adalah COVID atau status non-COVID," kata Doni.

Mekanisme ini diputuskan setelah kematian seorang pegawai negeri yang kemudian mengetahui bahwa COVID-19 positif. "Sekarang merujuk pada kejadian beberapa minggu yang lalu, salah satu karyawan kami meninggal."

Kemudian dimakamkan di standar, biasa biasa. "Setelah beberapa hari, itu positif untuk COVID-19," Doni menambahkan tanpa menyebutkan nama petugas.

Untuk mencegah hal yang sama terjadi lagi, setiap pasien yang meninggal diperlakukan sebagai pasien COVID-19. "Untuk menghindari kesalahan informasi dan pengambilan keputusan, semua pasien yang meninggal diperlakukan sebagai pasien COVID dan begitu hasilnya keluar, Kementerian Kesehatan hanya dapat menentukan apakah pasien itu positif atau negatif," tambah Doni.

Menurut Doni, Dinas Kesehatan setempat akan melaporkan status orang tersebut. "Meskipun tidak ada kepastian tentang hasil tes yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan di daerah tersebut, pasien masih harus diberi status pasien COVID, setelah pasien yang tidak sabar atau negatif catatan akan diatur oleh departemen kesehatan dan dilaporkan oleh Departemen Kesehatan Pusdatin dan disampaikan oleh juru bicara Achmad Yurianto , "Kata Doni

Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan jumlah kematian terkait virus koroner di Indonesia telah mencapai 1.000 orang.

Daeng menjelaskan bahwa angka 1.000 adalah kombinasi data kematian dari pasien yang dites positif COVID-19 dan mereka yang masih dalam pengawasan (PDP) menurut laporan rumah sakit langsung ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Daeng, ada banyak kematian PDP. Rumah sakit juga melaporkan kematian sebagai pengobatan COVID-19 karena status PDP saat di rumah sakit dirawat menggunakan prosedur COVID-19 dan pada saat kematian juga dimakamkan dengan protokol pemakaman COVID-19.

Walaupun jumlah tes yang dilakukan saat ini kecil dan waktu yang diperlukan untuk mengetahui hasil tes juga membutuhkan beberapa hari sehingga beberapa status PDP hanya dapat diketahui setelah kematian pasien, atau bahkan mereka yang tidak diperiksa dan meninggal.

Hingga Minggu (19/4/2020), jumlah COVID-19 positif di Indonesia mencapai 6.575 kasus dengan 686 orang disembuhkan dan 582 kematian dengan jumlah pasien di bawah pengawasan (PDP) mencapai 15.646 orang dan mereka yang diawasi (ODP) total 178.883 orang.

Kasus COVID-19 ini telah didistribusikan di 34 provinsi di Indonesia dengan wilayah paling positif, yaitu DKI Jakarta (3.032), Jawa Barat (696), Jawa Timur (590), Sulawesi Selatan (370), Jawa Tengah (349), Banten (324), Bali (135), Papua (107), Kalimantan Selatan (96), Sumatera Selatan (89), Sumatera Utara (81)

Menurut data dari situs web Worldometers, Senin pagi (20/4/2020) dipastikan bahwa ada 2.407.339 orang yang terinfeksi virus koroner di dunia dengan 165.069 kematian sementara 625.127 dilaporkan sembuh.

Kasus di Amerika Serikat mencapai 764.265 kasus, di Spanyol 198.674 kasus, di Italia 178.972 kasus, di Perancis 152.894 kasus, di Jerman 145.742, Inggris 145.742, di Cina 82.747 kasus, di Iran 82.211.

Angka kematian tertinggi meskipun saat ini terjadi di Amerika Serikat dengan 40.565 orang, diikuti oleh Italia dengan 23.660 orang, Spanyol dengan 20.453 orang, Perancis dengan 19.718 orang, Inggris dengan 16.060 orang dan kemudian Belgia dengan 5.683 orang. Saat ini ada lebih dari 213 negara dan wilayah yang mengkonfirmasi kasus positif COVID-19. (bersih / lin)

[ad_2]

Source link