Kebisingan pada Harga Bahan Bakar, Gas RI Masih Murah di ASEAN

<pre><pre>Kebisingan pada Harga Bahan Bakar, Gas RI Masih Murah di ASEAN

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia Di tengah penyesuaian harga minyak mentah global, beberapa kelompok telah meminta pemerintah (melalui PT Pertamina) untuk menurunkan harga bahan bakar nasional (BBM) karena dianggap mahal.

Menanggapi penurunan harga minyak dunia, beberapa juga menuntut harga bahan bakar yang lebih rendah. Di antara mereka adalah Rudi Rubiandini, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Minyak dan Gas Bumi, yang berpikir bahwa harga bahan bakar di Malaysia lebih rendah daripada di Indonesia. Serikat Pekerja Nasional (KSPN) menuntut hal yang sama.

Benarkah harga BBM kita lebih mahal dari tetangga kita di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), sehingga harganya perlu dan bisa dikurangi secepat mungkin? Ini ulasannya Tim Peneliti CNBC Indonesia.

Selama bertahun-tahun, harga minyak mentah global anjlok. Harga West Texas Intermediate (WTI), yang merupakan patokan di Amerika Serikat, telah turun 70% pada tahun berjalantahun hingga saat ini/ YTD) menjadi US $ 18,27 per barel pada hari Jumat.

Di sisi lain, Eropa Brent (dan Indonesia) merujuk Brent harga minyak lambat pada laju lebih lambat dari WTI, 57,45%, menjadi US $ 28,08 per barel. Pada akhir tahun lalu, harga energi dunia masih di US $ 66 per barel.

Di atas kertas, saat harga minyak mentah dunia turun, harga bahan bakar juga dijual kepada konsumen. Ini adalah contoh di Amerika Serikat di mana harga bahan bakar mereka sekarang rata-rata di bawah US $ 2 per galon.

CNBC International melaporkan bahwa harga bahan bakar di Sam State diberi harga rata-rata US $ 1,99 per barel pada akhir Maret, penurunan 25,8% dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2019. Selama tahun ini, harga turun 23% dari tahun lalu US $ 2,6 / galon.

Sementara sejalan dengan harga minyak global, penurunan harga bahan bakar di AS diperkirakan lebih kecil dari koreksi harga minyak dunia, mengingat harga minyak WTI, referensi ke negara adidaya, telah turun 70% sepanjang tahun.

Pertamina sebenarnya menurunkan harga jual BBM pada 1 Februari. Saat ini, BBM non-subsidi Pertamina adalah Firstx Turbo dengan harga Rp.9.850 per liter, Firstx Rp.9.000 per liter, dan setara dengan Rp.7.650 per liter.

Haruskah Indonesia menurunkan harga Unax, Pertalite dan sejenisnya untuk mengikuti tren di negara maju?


[ad_2]

Source link