Kelemahan Rupiah dibayangi oleh penyebaran sentimen Covid-19

<pre><pre>Kelemahan Rupiah dibayangi oleh penyebaran sentimen Covid-19

[ad_1]

indopos.co.id – Nilai tukar rupee (nilai tukar) yang diperdagangkan di antara bank-bank di Jakarta pada awal minggu telah terkoreksi, dibayangi oleh penyebaran baru Virus Corona atau Covid-19.

Pada Senin pagi pukul 10.08 Waktu Indonesia Barat, rupee melemah 20 poin atau 0,13 persen menjadi US $ 15,485 per dolar dari US $ 15,465.

Kepala penelitian berjangka Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan di sini pada hari Senin bahwa aset berisiko di pasar Asia dibuka secara negatif hari ini. Menurut Ariston, ini mungkin karena dibebani oleh tumbuhnya Covid-19.

"Tetapi di sisi lain, sentimen positif dari pasar AS dan Eropa pada hari Jumat, bisa menjadi sentimen positif untuk pasar Asia pada hari Senin," kata Ariston.

Sentimen positif dipicu oleh rencana pembukaan beberapa negara Eropa dan AS terkunci untuk mengaktifkan kembali perekonomian karena penyebaran epidemi di negara-negara ini mulai melambat.

Selain itu, pasar juga optimis tentang kemajuan penelitian perawatan obat untuk pasien yang terinfeksi Covid-19 yang diproduksi oleh perusahaan biofarmasi AS, Gilead Science.

"Sentimen positif ini dapat mendorong penguatan aset berisiko termasuk rupiah," kata Ariston.

Selain itu, memangkas suku bunga kredit Bank of China (PBoC) sebesar 20 basis poin menjadi 3,85 persen, juga bisa menjadi sentimen positif karena merupakan kebijakan stimulus untuk menghidupkan kembali ekonomi China yang merupakan salah satu pendorong ekonomi global.

Ariston memperkirakan bahwa rupee hari ini akan bergerak di kisaran US $ 15.300 per dolar hingga US $ 15.550 per dolar.

Sementara itu, tingkat menengah Bank Indonesia pada hari Senin menunjukkan bahwa rupee melemah menjadi US $ 15,543 per dolar dibandingkan hari sebelumnya di US $ 15,00 per dolar. (semut)

[ad_2]

Source link