Kementerian Agama Siapkan Protokol Rukyatulhilal Selama Covid-19 Pandemi, Inilah Skenario Sesi Ramadhan 1441H

semarak.co - Merupakan Portal Berita News Nasional Terkini, Terbaru dan Menyajikan Berita Paling Update Saat Ini.

[ad_1]

Tim Rukyatul Hilal dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Bengkulu melihat posisi bulan dengan teleskop yang diprogram selama gerhana bulan untuk menentukan awal puasa di Pantai Padang Padak di Bengkulu. Tim Bengkulu Rukyatul Hilal gagal melihat bulan selama acara karena kondisi berawan berat, dan berdasarkan sesi Ramadhan Isbat 1 1439 H ditetapkan untuk Kamis 17 Mei 2018. Foto: internet

Kementerian Agama (Kemenag) membentuk protokol pemantauan rukyatulhilal atau hilal selama wabah virus koroner baru yang menyebabkan Covid-19 untuk Kantor Provinsi (Kanwil), hasilnya dilaporkan sebagai preseden sebelum persidangan Maybat pada awal Ramadhan 1441 pada 23 April 2020.

semarak.co – Pelaksanaan pemantauan lucu selama pandemi Covid-19 menjadi dasar pengambilan keputusan selama sesi darurat. Oleh karena itu, terlepas dari pecahnya Covid-19, Kantor Wilayah Departemen Agama masih diminta untuk melakukan rukyatul bersama dengan Pengadilan Agama / Syariah, lembaga terkait, organisasi Islam, dan tokoh masyarakat setempat.

"Rukyatul hilal akan terus dipegang oleh Kementerian Provinsi Kementerian Agama pada 23 April, saat matahari terbenam. Kami telah menyiapkan protokol untuk implementasi rukyatul hilal selama pandemi Covid-19," Kamaruddin menjelaskan di Jakarta, Sabtu (4/4/2020) sebagaimana dikeluarkan oleh Departemen Hubungan Masyarakat Kementerian Agama melalui Kelompok Departemen Agama WA.

Aturan itu, kata Kamaruddin, telah dikirim ke Kantor Regional Kementerian Agama untuk panduan dalam memantau bulan baru. "Peserta harus dibatasi, hingga 10 orang dan beradaptasi dengan protokol kesehatan dan jarak fisik selama pandemi Covid-19," kata Kamaruddin.

Selain itu, dalam pelaksanaan hilal rukyatul, area orang yang melakukan rukyat dan lokasi undangan dibatasi oleh batas-batas yang jelas. Sebelum memasuki area berbukit, semua peserta harus diukur dalam suhu tubuh dan mengenakan topeng.

"Bagi karyawan yang merasa tidak enak badan mungkin tidak ikut serta dalam perbukitan rukyatul hilal. Aturan lain, setiap instrumen pemantauan, apakah teleskop, theodolite, atau kamera, dikendalikan oleh satu orang, tidak saling meminjam," jelasnya.

Petugas, katanya, tidak diizinkan mengelilingi instrumen pemantauan. "Sebelum dan sesudah digunakan, instrumen rukyat dibersihkan dengan kain yang dibasahi dengan desinfektan. Petugas juga didorong untuk berdoa, berdoa untuk keselamatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugas mereka," katanya.

Aturan lain adalah bahwa setiap instrumen pemantauan, baik teleskop, theodolite atau kamera, dikendalikan hanya oleh satu orang dan tidak saling menggunakan. Petugas juga dilarang melanggar batas pada instrumen pemantauan.

Penjabat Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Urusan Islam mengatakan sesi ISBAT akan diadakan dengan skema yang berbeda. Dia mengatakan akan menggunakan fasilitas telekomunikasi pada uji coba ISBAT tahun ini.

"Karena kebijakan distribusi fisik sesuai dengan protokol kesehatan, kami menghindari publik. Pertemuan ISBAT akan menggunakan teknologi telekomunikasi sehingga peserta dan media tidak harus menghadiri Kementerian Agama. Masyarakat dapat menyaksikan proses penyembuhan nanti melalui siaran langsung Kementerian dan situs media sosial. Agama, "Kamaruddin menjelaskan di Jakarta, Selasa (4/4/2020).

Menurut Kamaruddin, seperti biasa, sesi ISBAT akan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama, pengungkapan inisiasi Ramadhan 1441H oleh anggota tim Falakiyah dari Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya. Acara ini akan disiarkan langsung melalui situs web Kementerian Sosial dan media sosial.

"Dialog akan terbuka. Orang-orang dan media dapat menghadiri pertemuan ruang online yang kemudian akan dibagikan. Tentu saja, kuota juga terbatas," kata Kamaruddin.

Setelah malam itu, lanjut Kamaruddin, persidangan ISBAT diadakan secara pribadi. Sesi ini hanya dihadiri oleh perwakilan MUI, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Menteri Agama Fachrul Razi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saud, saudara laki-laki, dan Direktur Jenderal Bimbingan Komunitas Islam.

Pengadilan dimulai dengan pembacaan laporan oleh Direktorat Urusan Islam tentang hasil rukyatul hilal dari seluruh Indonesia. Diatur, para pemimpin organisasi dipersilakan untuk berpartisipasi dan berpartisipasi dalam uji coba ini melalui ruang pertemuan online tempat tautan, ID, dan kata sandi akan dibagikan.

"Setelah mendengar laporan dan masukan dari organisasi massa, Menteri Agama akan memutuskan awal Ramadhan 1441H. Hasil sidang ISBAT akan diumumkan oleh Menteri Agama melalui konferensi pers. Oleh karena itu, media tidak perlu hadir di kantor Kementerian Agama. live streaming dan pelayanan sosial dari Kementerian Agama, "pungkasnya. (smr)

[ad_2]

Source link