Kementerian Komunikasi dan Informasi Memastikan Aplikasi untuk Mengobati dan Melindungi Peretas – Covid19.go.id

Covid19.go.id Logo

[ad_1]

Kementerian Komunikasi dan Informasi Memastikan Aplikasi Aplikasi Aman dari Peretas

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi sebagai bagian dari Satuan Tugas COVID-19 untuk Satuan Tugas memastikan bahwa aplikasi anak-anak domestik yang dibuat untuk membantu mendeteksi penyebaran virus koroner, PeduliLindugi, aman dari ancaman peretas.

"Aplikasi ini aman dan dikembangkan oleh penduduk asli. Aplikasi ini dapat diunduh dari Play Store dan App Store," kata Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate dalam pernyataan resminya di Satuan Tugas Pusat Media untuk Percepatan Penanganan COVID-19 , Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Graha Jakarta, Sabtu (18/18) 4).

Jadi Johnny meminta masyarakat, terutama pekerja ASN, TNI, Polisi dan BUMN untuk mengunduh aplikasi di ponsel pintar mereka segera.

Sehubungan dengan data pribadi, kata Johnny, itu juga dijamin dilindungi oleh Keputusan Menteri No. 171 pada tahun 2020. Setiap orang yang mengelola aplikasi diminta untuk menghapus data ketika darurat pandemi COVID-19 berakhir.

Menurut data Kominfo, aplikasi ini diinstal oleh 1.915.874 pengguna di ponsel, untuk memutus rantai distribusi COVID-19 di Indonesia.

Aplikasi CareCopy bekerja dengan menggunakan metode pelacakan, pelacakan, dan pagar untuk melacak pergerakan seseorang yang secara historis positif untuk COVID-19.

Berdasarkan hasil pelacakan dan Trek Bluetooth, aplikasi akan mendeteksi keberadaan orang positif COVID-19 di sekitar pengguna dan memperingatkan mereka untuk menjalankan protokol kesehatan.

Menurut Kominfo, semakin banyak orang menginstal aplikasi Care Protect, semakin tinggi akurasi deteksi penyebaran virus koroner dan akan membantu mengatasi penyebaran COVID-19 di Indonesia.

"Aplikasi ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari infeksi COVID-19. Oleh karena itu, ini akan memudahkan tugas pemerintah untuk memutus rantai COVID-19," kata Johnny.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Bencana BNPB

[ad_2]

Source link