Kementerian PUPR Melakukan Latihan Pemeliharaan Jalan Nasional Jawa Timur

<pre><pre>Kementerian PUPR Melakukan Latihan Pemeliharaan Jalan Nasional Jawa Timur

[ad_1]

Jakarta, airmagz.com – Mengontrol pandemi COVID-19 adalah fokus pemerintah saat ini, salah satunya adalah kelancaran logistik untuk makanan dan peralatan medis. Untuk mendukung program ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Jalan Raya terus meningkatkan stabilitas jalan dengan mempertahankan jalan nasional. Pemeliharaan berupa pemeliharaan rutin, rekonstruksi jalan, dan pelebaran jalan sesuai standar.

Pada Tahun Anggaran 2020 salah satu kegiatan pemeliharaan jalan dilakukan di jalan nasional di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang di Provinsi Jawa Timur dengan panjang 307 km. Selain memfasilitasi distribusi, pemeliharaan jalan nasional bertujuan untuk mengurangi biaya logistik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan peningkatan aksesibilitas dan konektivitas jaringan infrastruktur jalan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan pengemudi. "Peningkatan akses ke jalan akan mendukung ekonomi masyarakat di daerah sekitarnya," kata Menteri Basuki.

Pemeliharaan jalan nasional di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang dilakukan oleh Kementerian PUPR melalui Badan Pelaksana Jalan VIII (BBPJN) Nasional, Direktorat Jenderal Jalan. Perawatan jalan nasional ini dilakukan dalam tiga paket pekerjaan yaitu Paket Perawatan Jalan Kertosono – Kediri – Tulungagung – BTS. Kabupaten Trenggalek berjarak 101,28 km dan 1.169 meter senilai Rp42,5 miliar.

Paket Perawatan Jalan Ngawi – Caruban – BTS Nganjuk – KTSono adalah 99,29 km dan 1.199,20 meter senilai Rp 94,7 miliar dan Paket Jalan Kertosono – J Wave – Mojokerto – Gempol adalah 102,9 km dan 1.449,5 meter senilai Rp 94,3 miliar.

Selain pemeliharaan jalan nasional, untuk memperlancar arus distribusi logistik juga ada proposal untuk membangun jembatan atau jembatan. Jembatan layang yang diusulkan adalah Flyreng Flyover senilai $ 180 miliar yang terletak di persimpangan T Perbreng di Kabupaten Purwoasri, Kabupaten Kediri. Lokasi tersebut merupakan pertemuan tiga daerah, yaitu, Kertosono (Nganjuk), Purwoasri (Kediri) dan J Wave sehingga kemacetan sering terjadi.

Selain itu, pemeliharaan jalan nasional di tiga kabupaten di Provinsi Jawa Timur adalah untuk mendukung hubungan Bandara Kediri, yang pembangunannya dimulai pada April 2020. Pembangunan bandara ini ditujukan untuk melayani masyarakat, terutama di Kediri dan sekitarnya dan sebagai salah satu bandara alternatif di Jawa. Timur. (IMN)

[ad_2]

Source link