Kualitas Udara Berkualitas Baik, Lebih Baik Dari Semarang, Tetapi Lebih Buruk Dari Peking

<pre><pre>Kualitas Udara Berkualitas Baik, Lebih Baik Dari Semarang, Tetapi Lebih Buruk Dari Peking

[ad_1]

Jakarta, IDN Times – Masalah polusi udara adalah pekerjaan rumah untuk semua negara di dunia. Polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas kendaraan atau asap pabrik dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia. Beberapa penyakit juga timbul dari polusi udara, seperti asma, masalah jantung, iritasi mata dan sebagainya. Ini adalah daftar negara dengan tingkat polusi udara paling mengkhawatirkan. Sampai jumpa!

1. Salatiga, Indonesia

Menurut halaman Visual Water, kualitas udara di kota Salatiga dilaporkan pada sejak akhir (19/04). Minggu pukul 21.00 waktu setempat, level Indeks Kualitas Udara di Jawa Tengah termasuk dalam kategori ini pada nomor 80, tanpa kondisi cuaca dan 20 ° C. Selanjutnya, Visual Air menyarankan orang-orang dari kelompok kesehatan sensitif untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menutup jendela untuk mencegah udara kotor

2. Pekalongan, Indonesia

Lanjutkan membaca artikel di bawah ini

Preferensi editor

Menurut halaman Air Visual, kualitas udara di kota Pekalongan dilaporkan pada sejak akhir (19/04). Minggu pukul 21.00 waktu setempat, level Indeks Kualitas Udara di Jawa Tengah termasuk dalam kategori ini pada dengan angka 53, tanpa cuaca dan 24 ° C. Selain itu, Visual Air menyarankan orang-orang dari kelompok kesehatan sensitif untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menutup jendela untuk menghindari udara kotor.

3. Semarang, Indonesia

Menurut halaman Visual Water, kualitas udara di kota Semarang dilaporkan pada sejak akhir (19/04). Minggu pukul 22.00 waktu setempat, level Indeks Kualitas Udara di Jawa Tengah termasuk dalam kategori ini pada dengan nomor 83, dengan Tanpa cuaca dan 24 ° C

Kualitas Udara Berkualitas Baik, Lebih Baik Dari Semarang, Tetapi Lebih Buruk Dari PekingTimmy the Robot

Konten ini dibuat oleh Timmy the Robot menggunakan kecerdasan buatan. Ketika informasi baru ditambahkan, konten ini akan disesuaikan di masa mendatang. Silakan hubungi editorial@idntimes.com untuk mengirimkan komentar dan saran Anda kepada kami.

[ad_2]

Source link