Lagi-lagi Krisis Koroner, Defisit Anggaran Nasional Meningkat

<pre><pre>Lagi-lagi Krisis Koroner, Defisit Anggaran Nasional Meningkat

[ad_1]


OUR Online, Jakarta

Kementerian Keuangan telah menyatakan bahwa realitas defisit anggaran dalam APBN hingga Maret 2020 mencapai Rp76,44 triliun atau 0,45% dari produk domestik bruto (PDB). Defisit ini tumbuh dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar $ 62,80 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa realisasi defisit anggaran berasal dari pendapatan nasional sebesar Rp375,95 triliun dan pengeluaran nasional sebesar Rp452,39 triliun.

Dia mengatakan pendapatan negara termasuk pendapatan pajak dan pendapatan nasional bukan pajak (GNI) masing-masing telah mencapai Rp279,89 triliun dan Rp95,99 triliun.

Baca Juga: Anggaran Negara Untuk Tekor, Otak Utama Sri Mulyani

Sementara itu, rincian realisasi belanja negara termasuk realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp277,89 triliun dan realisasi transfer ke daerah pedesaan dan dana sebesar Rp174,5 triliun. Secara nominal, realisasi belanja pemerintah pusat pada Maret 2020 meningkat 6,58% dari tahun sebelumnya.

Peningkatan realisasi belanja pemerintah pusat terutama dipengaruhi oleh realisasi belanja modal sebesar Rp11,95 triliun atau 6,40% dan bantuan sosial sebesar Rp47,17 triliun atau 43,83%.

Ada jutaan anak yang harus belajar online karena akses internet yang terbatas. Ada banyak staf medis yang tidak dilengkapi dengan APD lengkap. Mari bekerja sama dalam kampanye #AmanDi House untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu menyediakan APD dan fasilitas pendidikan online untuk anak-anak Indonesia. Informasi tentang donasi klik disini.

[ad_2]

Source link