Majelis Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Berkomitmen Mendengar Suara Buruh tentang Hukum Omnibus

<pre><pre>Majelis Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Berkomitmen Mendengar Suara Buruh tentang Hukum Omnibus

[ad_1]

Seorang karyawan membawa poster yang menolak Hukum Omnibus. Foto: M Fathra / JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Supratman Andi Agtas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Legislatif berjanji akan mendengarkan suara-suara pekerja dalam diskusi tentang Penciptaan Karya Omnibus Bill.

Pernyataan itu disampaikan dalam menanggapi ancaman demonstrasi oleh beberapa elemen tenaga kerja, pada 30 April 2020 di Jakarta.

"Masukan dari kolega kami, kami menghargainya. Kami telah berulang kali mengatakan bahwa diskusi kelompok kerja adalah yang terbaru, jadi masih jauh," kata Supratman, Minggu (19/4).

Supratman menunjukkan bahwa Parlemen masih menghormati hak-hak publik atau serikat pekerja yang ingin demonstrasi mengekspresikan pandangan mereka, termasuk demonstrasi yang direncanakan pada 30 April 2020.

"Itu adalah hak masyarakat untuk bersosialisasi. Tapi kita juga harus mematuhi mekanisme dalam mengemukakan pendapat itu. Apalagi saat ini ada PSBB (pembatasan sosial berskala besar), sehingga mekanismenya harus dipenuhi," kata Supratman.

Dewan Perwakilan Rakyat dan semua fraksi, menurut Supratman, terus berkomunikasi dengan serikat pekerja untuk mendapat masukan.

"Kami tahu bahwa tenaga kerja ini mendapatkan perhatian terbesar. Dari sana akan diketahui faksi mana yang memperjuangkan hak-hak buruh. Ini masih dini. DIM belum ada di sana. kata Supratman.

Menurutnya, pembahasan RUU Dewan Perwakilan Rakyat di DPR, akan berlanjut. Namun, fokuslah pada diskusi kelompok yang tidak menimbulkan kebisingan.

[ad_2]

Source link