Malaysia menyediakan 11 penjara bagi pelanggar pembatasan sosial

<pre><pre>Malaysia menyediakan 11 penjara bagi pelanggar pembatasan sosial

[ad_1]

indopos.co.id – Kementerian Dalam Negeri Malaysia (KDN) telah mendirikan 11 penjara sementara untuk menangkap orang-orang yang melanggar sanksi sosial terhadap PKC.

Persiapan dilakukan oleh PDB setelah menerima saran dari Kejaksaan Agung.

"Penjara sementara akan beroperasi mulai 23 April 2020 dan Kementerian Kesehatan (Depkes) akan membantu menyediakan tenaga kesehatan," kata Menteri Keamanan Malaysia Ismail Sabri Yakoob di alamat CPP ke 33 di Kuala Lumpur, Minggu (19/4/2020) ).

Malaysia telah memperluas CPP tiga kali dan hari Minggu adalah fase kelima dari fase ketiga CPP.

Ismail mengatakan pada hari Sabtu (4/4) bahwa Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) bersama dengan Tentara Malaysia (ATM) telah melakukan 820 razia jalan raya di seluruh wilayah tersebut serta memeriksa 451.487 kendaraan.

"Sebanyak 51.706 inspeksi telah dilakukan di semua negara dengan 5.861 tempat diperiksa oleh pihak berwenang," katanya.

PDRM menangkap 1.111 orang, dan 1.565 orang sehari sebelumnya, karena melanggar aturan CPP. Jumlah itu termasuk 997 orang yang ditahan dan 114 orang di bawah perlindungan polisi.

"Jumlah total penangkapan pelanggar CPP pada 18 April 2020 adalah 14.750," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan mengatakan pengoperasian mesin ATM juga dibatasi mulai pukul 8:00 hingga 20:00.

Ismail juga mengatakan bahwa 190 pusat karantina beroperasi dan 16.653 orang menjalani proses karantina wajib.

"Tadi malam 573 warga Malaysia kembali ke negara itu dan menjalani karantina wajib," katanya. (semut)

[ad_2]

Source link